Terbunuhnya Sang Khalifah Ketiga Saat Membaca Al-Qur'an
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
09 - Aug - 2024, 10:30
JATIMTIMES - Utsman bin Affan, merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW dan merupakan Khalifah ketiga. Utsman bin Affan mendapatkan gelar Dzunnurain atau pemilik dua cahaya, dan semasa hidupnya mempunyai nama panggilan Abu 'Amru. Sosoknya sangat mencintai Al-Qur'an. Bahkan, pada detik-detik sebelum wafatnya karena diserang dan dibunuh, ia masih membaca Al-Quran.
Lantas, mengapa sampai bisa terjadi peristiwa terbunuhnya Utsman bin Affan saat tengah membaca Al-Qur'an? Apa yang menyebabkan ia diserang?
Baca Juga : Kabar Gembira, Prodi MPI FITK UIN Malang Raih Akreditasi Unggul
Untuk diketahui, Utsman bin Affan saat itu wafat pada usia yang genap, yakni 82 tahun. Sosok Khalifah yang memimpin selama 12 tahun itu terbunuh pada 18 bulan Zulhijah, tahun 35 Hijriyah.
Dalam berbagai kegiatan, seperti halnya saat berada di kamar, sosok Utsman tak lepas dari mushaf Al-Qur'an. Hal ini sempat membuat beberapa orang bertanya kepadanya. Kemudian Utsman menjawab, "Sesungguhnya Al-Qur'an itu penuh berkah dan ia datang banyak membawa berkah."
Berjalannya waktu, sebagaimana dalam buku Kitab Sejarah Lengkap Khulafaur Rasyidin karya Ibnu Katsir, Utsman mendapatkan kudeta dari seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba'. Abdullah bin Saba' kemudian berpura-pura masuk islam, padahal ia sangat membencinya.
Setelah masuk Islam, ia kemudian pergi ke Mesir untuk menyebarkan propaganda kebencian. Dari sinilah kemudian, banyak orang mulai mengingkari kepemimpinan Utsman.
Sampai pada satu malam Utsman mengaji bersama sang istri di rumahnya. Saat itu orang yang membencinya, salah satunya Muhammad bin Abu Bakar, merencanakan pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan.
Ia kemudian mengajak temannya untuk melakukan pembunuhan tersebut. Teman yang diajak oleh Muhammad bin Abu Bakar ini adalah Aswadan bin Hamrab, Al Ghafiki, dan Sudan bin Hamram.
Sesampainya dikediaman Utsman, Muhammad bin Abu Bakar bersama temannya memamjat dinding belakang rumah Utsman. Setelah itu, mereka mendapati Utsman sedang membaca Al-Quran bersama sang istri.
Saat itu, janggut sang Khalifah lanbsunh dipegang oleh Muhammad bin Abu Bakar. Disitu ia berkata, "Hah Na'sal, Allah telah menghinamu."
Mendengar hal itu, Ustman menjawab, "Saya bukan Na'sal, tetapi saya hamba Allah Amirul Mu'minin."
Baca Juga : Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana, Warga Berebut Gunungan Sedekah Bumi
Dengan tetap posisi yang sama, Muhammad bin Abu Bakar menjawab, "Muawiyah tidak akan dapat menolong anda, begitu juga Abdullah bin Amir dan surat-suratmu itu!"
Utsman kemudian berkata, "Lepaskanlah janggut ku. Ayahmu pun tidak akan memperlakukan aku, seperti yang kamu lakukan ini. Kalau ayahmu melihat perbuatanmu, ia pun tidak akan setuju."
Kemudian Muhammad bin Abu Bakar menjawab, "Saya tidak ingin menggenggam janggutmu lebih keras lagi." Utsman kembali berkata, "Atas perbuatanmu ini saya meminta pertolongan Allah dan kepada- Nya aku berlindung."
Dari sini, hati Muhammad bin Abu Bakar sedikit luluh. Pegangan pada janggut Utsman sedikit melemah dan kemudian dilepaskan. Namun, kedua temannya yang masuk tidak dapat menguasai hatinya.
Salah satu dari mereka kemudian langsung mengarahkan anak panah dan menancapkannya ke pangkal telinga Ustaman sampai menembus tenggorokan. Belum cukup itu, sebuah pedang kemudian dihantamkan kepada Utsman.
Sempat berupaya menangkis, namun tajamnya pedang memutus tangan Utsman. Sang istri yang saat itu ingin mengambil pedang itu dengan tangannya juga harus kehilangan jarinya.
Utsman tersungkur setelah mendapatkan hantaman pada rusuknya dan akhirnya gugur. Setelah itu, tiga orang yang membunuh Utsman ini pergi meninggalkan Utsman yang tergeletak dengan melompat melalui jendela. Tinggalah Na'ilah yang kemudian menjerit histeris atas tewasnya Utsman.
