7 Materi MPLS 2026 untuk SD, SMP, SMA, dan SLB, Orang Tua dan Siswa Wajib Tahu

10 - Jul - 2026, 02:25

Ilustrasi siswa Indonesia. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi agenda pertama yang diikuti peserta didik baru saat memasuki tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan budaya belajar, warga sekolah, serta berbagai aturan yang berlaku.

Pelaksanaan MPLS tahun 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa MPLS dilaksanakan secara ramah, edukatif, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan.

Baca Juga : Jaga Ketahanan Fiskal, Komisi C DPRD Jatim Desak Tiga OPD Inti Siapkan Mitigasi

Secara umum, materi MPLS dibagi menjadi dua kelompok, yakni materi utama yang wajib diberikan oleh seluruh sekolah dan materi pilihan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan. Materi ini berlaku untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB.

Berikut tujuh materi MPLS 2026 yang dirangkum berdasarkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 serta Rujukan Kegiatan MPLS 2026 yang diterbitkan Kemendikdasmen RI.

1. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Materi pertama yang wajib diberikan adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini bertujuan membentuk karakter, disiplin, dan kebiasaan positif peserta didik sejak dini.

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi:

• Bangun pagi.

• Beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

• Berolahraga secara rutin.

• Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

• Gemar belajar.

• Bermasyarakat serta peduli terhadap lingkungan sekitar.

• Tidur lebih awal agar memperoleh waktu istirahat yang cukup.

Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

2. Pagi Ceria

Materi berikutnya adalah Pagi Ceria yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar dimulai. Program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Kegiatan dalam Pagi Ceria meliputi:

• Senam Anak Indonesia Hebat.

• Menyanyikan lagu Indonesia Raya.

• Berdoa bersama.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memulai hari dengan tubuh yang bugar, semangat belajar, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial

Di era digital, siswa juga dibekali pemahaman mengenai etika dalam menggunakan media sosial. Materi ini mengajarkan peserta didik agar lebih bijak saat beraktivitas di dunia digital.

Beberapa poin yang ditekankan antara lain:

• Menggunakan bahasa yang sopan dalam berkomunikasi.

• Meningkatkan literasi digital.

• Menjaga keamanan data pribadi.

• Menghindari penyebaran hoaks.

• Menolak ujaran kebencian.

• Mencegah perundungan atau bullying di media sosial.

4. Budaya 5S

MPLS 2026 juga menanamkan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Nilai-nilai yang diterapkan meliputi:

• Membiasakan tersenyum kepada warga sekolah.

• Menyapa teman dan guru dengan ramah.

• Memberikan salam sebagai bentuk penghormatan.

• Bersikap sopan dalam tindakan.

• Bertutur kata santun dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya ini diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan saling menghargai.

5. Gerakan Indonesia ASRI

Materi selanjutnya adalah Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Program ini mencakup empat aspek utama, yaitu:

Baca Juga : Komisi C DPRD Jatim Apresiasi Lonjakan PAD RSUD, Evaluasi Ketimpangan Dividen BUMD

• Aman, melalui perlindungan fisik, psikologis, sosial, spiritual, hingga keamanan digital.

• Sehat, dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan memakai sabun, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan jamban yang bersih, berolahraga, mencegah penyakit, menerapkan kawasan tanpa rokok, serta melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

• Resik, melalui budaya menjaga kebersihan sekolah, seperti piket kelas, kerja bakti, membuang sampah pada tempatnya, menyediakan tempat sampah terpilah, hingga menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

• Indah, dengan menjaga kerapian taman, ruang kelas, halaman sekolah, membiasakan budaya antre, menjaga fasilitas sekolah, serta membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan yang asri.

6. Gerakan Rukun Sama Teman

Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) menjadi salah satu materi penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat antarpeserta didik.

Melalui materi ini, siswa diajak untuk:

• Saling memberikan dukungan kepada teman.

• Membangun komunikasi yang positif.

• Peduli terhadap kesehatan mental sesama siswa.

• Menghargai perbedaan dan menjunjung kesetaraan.

• Mencegah perundungan, diskriminasi, maupun berbagai bentuk kekerasan di sekolah.

Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan saling menghormati.

7. Materi Pilihan

Selain enam materi utama, sekolah juga dapat menambahkan materi sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

Beberapa materi pilihan yang dapat diberikan antara lain:

• Pengenalan visi, misi, budaya, dan tradisi sekolah.

• Pendidikan antikorupsi.

• Edukasi bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).

• Pendidikan lingkungan hidup.

• Materi lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, materi-materi dalam MPLS 2026 juga dirancang untuk membentuk kebiasaan positif sejak hari pertama masuk sekolah. Karena itu, kegiatan MPLS tidak lagi hanya berisi pengenalan ruang kelas, guru, maupun tata tertib, tetapi juga mengajarkan karakter, etika bermedia digital, kepedulian terhadap sesama, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Bagi orang tua, materi MPLS juga dapat menjadi acuan untuk mendampingi anak selama masa adaptasi di sekolah baru. Kebiasaan yang diperkenalkan selama MPLS diharapkan tidak berhenti saat kegiatan berlangsung, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu membangun hubungan sosial yang positif.

Dengan demikian, MPLS 2026 tidak hanya menjadi masa perkenalan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter dan budaya belajar peserta didik. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung secara ramah, aman, dan menyenangkan sehingga siswa lebih siap mengikuti proses pembelajaran pada tahun ajaran baru.