Pemkot Batu Minta Seluruh SKPD Prioritaskan Produk UMKM Lokal untuk Konsumsi Agenda Kedinasan
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Nurlayla Ratri
28 - Jul - 2026, 05:19
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berupaya memaksimalkan penyerapan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asli daerah melalui skema belanja pemerintah. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan.
Pemkot memastikan seluruh kebutuhan konsumsi dalam agenda kedinasan maupun acara kemasyarakatan dipasok langsung oleh para pelaku usaha lokal. Wali Kota Batu Nurochman meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Batu untuk mulai bergerak melakukan pemetaan.
"Seluruh Kepala SKPD harus mengidentifikasi apa saja kebutuhan UMKM kita. Kita ingin produk-produk lokal ini benar-benar terakomodasi," ujar sosok yang akrab disapa Cak Nur tersebut, belum lama ini.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah wajib hadir secara nyata dalam memberikan penguatan, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.
Salah satu poin penting yang disoroti Cak Nur adalah variasi olahan makanan dan minuman (mamin) khas Kota Batu yang disajikan dalam setiap agenda resmi pemerintahan.
"Penyediaan konsumsi atau snack dalam agenda resmi kedinasan harus mengutamakan keberagaman produk mamin UMKM daerah. Kudapan yang disajikan harus lebih bervariasi dan menonjolkan ragam olahan lokal," tegasnya.
Tak hanya mengandalkan anggaran APBD, Cak Nur juga mendorong perluasan jaringan pemasaran melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta, termasuk pusat oleh-oleh di Kota Batu.
"Beberapa contoh yang saya rekomendasikan, mungkin sudah ada yang bekerja sama dengan salah satu toko oleh-oleh di Kota Batu yang bekerja sama dengan swasta," tambahnya.
Baca Juga : Dukung Industri Rokok Padat Karya di Jatim, Wihadi Dukung Penuh Moratorium Kenaikan Cukai Selama Tiga Tahun
Di sisi lain, Pemkot Batu juga tengah mematangkan skema intervensi bantuan berupa peremajaan sarana dan prasarana produksi bagi para pelaku usaha kecil.
Cak Nur menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lapangan guna mendata kebutuhan alat produksi yang dinilai mendesak dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Kita lakukan pemetaan komprehensif, mana kebutuhan alat fisik yang mendesak dan mana yang membutuhkan edukasi pemasaran digital agar UMKM kita bisa naik kelas," pungkasnya.
