Mahasiswa Baru Banjiri Kota Malang, Kunjungan Mal Naik hingga 30 Persen

13 - Aug - 2026, 08:15

Suasana Matos. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Gelombang mahasiswa baru (maba) mulai terasa di berbagai sudut Kota Malang seiring dimulainya aktivitas perkuliahan dan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Tak hanya membuat lingkungan kampus semakin ramai, kedatangan ribuan mahasiswa dari berbagai daerah itu juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Salah satu lokasi yang ikut merasakan peningkatan kunjungan adalah Malang Town Square (Matos). Pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Kota Malang tersebut mulai dipenuhi mahasiswa baru sejak pekan lalu.

Baca Juga : Cerita Pedagang di Malang soal Harga Ayam Naik saat MBG: Penjualan Ikut Turun

Mall Director Malang Town Square, Fifi Trisjanti, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat seiring kedatangan mahasiswa baru yang menjalani berbagai rangkaian kegiatan kampus. Kondisi tersebut membuat aktivitas di pusat perbelanjaan ikut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Okupansi kunjungan kami meningkat di angka 25 persen sampai 30 persen,” kata Fifi, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, mahasiswa baru menjadi salah satu kelompok pengunjung yang cukup terlihat dalam beberapa hari terakhir. Mereka tidak hanya datang untuk menghabiskan waktu setelah mengikuti kegiatan kampus, tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan selama tinggal di Kota Malang.

Fifi menjelaskan, pola kunjungan mahasiswa baru biasanya mulai meningkat setelah mereka menyelesaikan rangkaian PKKMB. Waktu kunjungan pun cenderung berlangsung pada sore hingga malam hari, ketika kegiatan di kampus telah selesai.

“Biasanya setelah PKKMB, terutama sore sampai malam hari, banyak mahasiswa baru yang datang ke Matos,” imbuh Fifi.

Aktivitas mereka pun cukup beragam. Sebagian mahasiswa memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari makanan, berkumpul bersama teman-teman baru, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari yang diperlukan selama tinggal di kos.

Hypermart menjadi salah satu lokasi yang turut ramai dikunjungi. Mahasiswa baru berbelanja berbagai perlengkapan untuk menunjang kehidupan mereka selama menempuh pendidikan di Kota Malang, mulai dari kebutuhan rumah tangga sederhana hingga keperluan sehari-hari di tempat tinggal.

Baca Juga : Sespimmen Polri Teliti Potensi UMKM Lele di Kabupaten Kediri, Fokus Harga Pakan hingga Pemasaran

“Banyak yang mengunjungi Hypermart untuk berbelanja kebutuhan di kos sampai ke stan-stan yang menjual kuliner,” jelas Fifi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masuknya mahasiswa baru tidak hanya berdampak pada lingkungan akademik. Mobilitas ribuan mahasiswa dari berbagai daerah juga menciptakan perputaran ekonomi baru, terutama bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu semakin terasa karena sebagian tenant yang berada di Matos merupakan pelaku UMKM. Meningkatnya jumlah pengunjung otomatis membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mendapatkan konsumen baru.

Fifi pun menyambut positif peningkatan aktivitas tersebut. Menurutnya, kedatangan mahasiswa baru menjadi momentum yang baik bagi pusat perbelanjaan sekaligus pelaku UMKM yang berada di dalamnya.

“Kami tentu bersyukur dengan kondisi ini. Apalagi tenant di Matos banyak yang merupakan UMKM, sehingga kehadiran mahasiswa baru juga bisa ikut mendongkrak perekonomian mereka,” tutupnya.