Tersang kasus narkoba beserta barang bukti yang diamankan Polres Bangkalan waktu lalu.(Foto: doni heriyanto/ BangkalanTIMES)
Tersang kasus narkoba beserta barang bukti yang diamankan Polres Bangkalan waktu lalu.(Foto: doni heriyanto/ BangkalanTIMES)

Rencana pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan, membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK), mendapat dukungan penuh dari satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres setempat.

Pembentukan BNK tersebut, dinilai sangat membantu dalam upaya pemerantasan peredaran narkoba.

"Keberadaan BNK memang yang ditunggu selama ini, agar dalam pelaksanaan tugas pemberantasan narkoba lebih maksimal," terang Kasatnarkoba Polres Bangkalan, AKP Ruslan Hidayat, Selasa (23/2/2016).

Mantan Kasubag Humas Polres Pamekasan ini berharap, tahun ini BNK sudah terbentuk. Apalagi, peredaran barang haram itu di Bangkalan telah memasuki zona merah (berbahaya) di kalangan generasi muda.

"Kalau sudah terbentuk kita bisa saling bekerja sama. BNK dalam upaya pemberantasan narkoba dapat melalui kegiatan sosialisasi," ucap Ruslan.

Selama ini kata Ruslan, pihaknya berkordinasi dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) untuk menangani pencandu yang butuh proses rehabilitasi.

Menurutnya, sudah ada satu korban narkotika asal Tanjung Bumi yang dikirim melalui BNP untuk direhabilitasi.

"Kita berupaya keras bagaimana meminimalisir peredaran narkoba," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofii menuturkan sebagai bentuk keseriusan pemkab membentuk BNK, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Bangkalan.

"Termasuk dalam proses mencari kantor sekretariat BNK untuk segera diresmikan. Semakin meluasnya penggunaan narkoba, perlu ada penanganan secara khusus," tandasnya.(*)