Kepala Disperindag Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki (kiri) bersama staf di ruang kerjanya. (Nana)
Kepala Disperindag Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki (kiri) bersama staf di ruang kerjanya. (Nana)

Tahun 2019, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang memiliki rencana cukup besar. Khususnya dalam menyediakan ruang atau los pamer (display) produk-produk yang dihasilkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Walau telah memiliki  Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dan kampung UMKM digital, yang terletak di belakang Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang, tidak membuat persoalan para pelaku usaha rumahan langsung mendapatkan posisi nyaman dalam ketatnya persaingan pasar terbuka saat ini.

Bertolak dari hal tersebut, Disperindag Kabupaten Malang pun bersiap memberikan fasilitas tambahan berupa ruang bagi produk UMKM yang rencananya akan mempergunakan lantai 2 Pasar Besar Kepanjen, dengan luasan sekitar 12 x 50 meter.

"Rencana tahun ini akan dimulai. Di mana kita akan lakukan revitalisasi di pasar Kepanjen untuk memberi ruang pelaku UMKM berjualan sekaligus promosi," kata Pantjaningsih Sri Redjeki, kepala Disperindag Kabupaten Malang, Senin (04/03/2019) kepada MalangTIMES.

Untuk mewujudkan hal tersebut, masih menurut Pantjaningsih, pihaknya telah melakukan survei bersama dinas terkait lainnya. Khususnya dalam upaya melakukan pendataan pedagang kaki lima (PKL) pasar Kepanjen. Sekaligus mengenai persoalan perparkiran serta penataan lainnya.

"Ini perlu diurai dulu, karenanya kita libatkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP dalam survei ini. Karena kalau ini tidak diselesaikan, maka ruang UMKM di lantai 2 pun akan sama nasibnya. Masyarakat enggan naik ke atas kalau pedagang meluber di luar. Bahkan sampai menutup jalan. Begitu pula parkirnya perlu ada penataan," urainya menjelaskan persoalan klasik pasar-pasar daerah di Kabupaten Malang.

Agar lantai 2 pasar Kepanjen bisa hidup dan menghidupi para pelaku UMKM serta ke depannya menjadi sentra produk rumahan masyarakat Kabupaten Malang. Maka revitalisasi pasar daerah di tahun 2019 yang akan digelontar anggaran Rp 1,45 miliar, khususnya di Pasar Kepanjen, konsepnya benar-benar diperhitungkan secara matang oleh Disperindag Kabupaten Malang.

Anggaran tersebut diperuntukkan untuk dua pasar, yaitu pasar Kepanjen dengan adanya rencana baru berupa perombakan fungsi di lantai 2-nya untuk UMKM. Sedangkan untuk pasar daerah satunya adalah di pasar Krebet, Bululawang.

"Sumber anggaran dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Kita harapkan akhir tahun sudah bisa selesai. Sehingga tahun 2020 pasar sudah bisa difungsikan secara maksimal. Serta pelaku UMKM juga sudah bisa beraktivitas di lantai 2 pasar Kepanjen," ujar Pantjaningsih.

UMKM Kabupaten Malang di tahun ini cukup banyak mendapat perhatian dan 'angin segar' dari Pemkab Malang. Walau kerap tidak pernah terdengar gaungnya, seperti yang ada di PLUT KUMKM di bawah Dinas Koperasi dan UMKM yang menghabiskan anggaran APBN sekitar Rp 2,8 miliar, ditambah dari APBD sebesar Rp 690 juta. Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi pun menjanjikan akan memberikan showroom bagi pelaku UMKM di exit tol Malang-Pandaan (Mapan).

Semua pernyataan pemkab Malang atas nasib para pelaku usaha rumahan tersebut tentunya akan dinanti. Apakah benar-benar bisa direalisasikan ataukan hanya sebagai angin surga semata. Sebab, dari UMKM inilah yang juga kerap digaungkan dalam catatan keberhasilan pemkab Malang di skala nasional.