Kasus positif covid-19 Kabupaten Malang bertambah lagi jadi 10 secara kumulatif hari kemarin.(Ist)
Kasus positif covid-19 Kabupaten Malang bertambah lagi jadi 10 secara kumulatif hari kemarin.(Ist)

Lagi kabar tak baik menyeruak terlebih dahulu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terkait sebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Malang.

Jumlah pasien positif kembali bertambah dari 7 kasus secara kumulatif menjadi 10 per tanggal 7 April 2020 pukul 18.00 WIB. Artinya, pasien positif virus covid-19 di Kabupaten Malang bertambah 3 orang. 

Lagi-lagi informasi itu kali pertama dirilis oleh Pemprov Jatim dengan selisih update oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Malang pada hari yang sama, sekitar 3 jam. Pada waktu itu, laman resmi Satgas Covid-19 Kabupaten Malang masih mengumumkan 7 kasus positif secara kumulatif.

Informasi penambahan pasien positif itu bisa diakses di akun Instagram resmi jatimpemprov, 18 jam dari berita ini ditulis.

Percepatan informasi terkait covid-19 antar-provinsi dan daerah itu kerap membingungkan masyarakat. Pasalnya, ada  perbedaan angka kasus sekaligus percepatan informasi dan pola komunikasi antara daerah dan provinsi serta pusat.

Bupati Malang Sanusi saat dikonfirmasi terkait perbedaan data itu pun hanya menyampaikan akan segera dilakukan pelaporan ke tingkat pusat apabila terdapat warganya yang dinyatakan positif virus covid-19.

Pun dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo yang juga jadi juru bicara Aatgas Covid-19 Kabupaten Malang. Dia menyampaikan bahwa informasi Provinsi Jatim memang lebih cepat terkait konfirmasi pasien positif.

"Hasil swab test, provinsi lebih dahulu mendapat data dari Litbangkes dan BTKL. Sehingga data konfirmasi provinsi mendahului kami," ucapnya.

Kondisi itu mengingatkan juga pada data yang di-share Pemprov Jatim terkait pasien positif di Kabupaten Malang yang awalnya berjumlah 8 kasus. Tapi, akhirnya Satgas Covid-19 Kabupaten Malang melalui laman resminya hanya merilis 7 kasus. 

Lepas dari perbedaan data dan percepatan informasi dari Pemprov Jatim dibanding Pemkab Malang, angka pasien positif covid-19 terus mengalami grafik peningkatan. 

Namun, Sanusi juga menyebut pihaknya terus berupaya menahan sebaran virus covid-19 di wilayahnya dengan berbagai upaya. Terbaru, Pemkab Malang akan memberlakukan check point di sejumlah wilayah perbatasan Kabupaten Malang.

Check point akan dilakukan dengan cara melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan setiap kendaraan pribadi dan umum yang melintas ke wilayah perbatasan di Kabupaten Malang.

Upaya ini sebagai bentuk dari tak diambilnya pola pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Sanusi. Dia menyebut situasi dan kondisi di Kabupaten Malang tak masuk kriteria untuk memilih pola yang kini sudah diambil oleh DKI Jakarta.