Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, Soengkono Sidik saat ditemui di kantor DPC Demokrat Jl. Trunojoyo Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/SumenepTimes)
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, Soengkono Sidik saat ditemui di kantor DPC Demokrat Jl. Trunojoyo Sumenep (Foto: Syaiful Ramadhani/SumenepTimes)

Turunnya rekomendasi dari DPP Partai Demokrat kepada pasangan Fattah Jasin-Ali Fikri di Pilkada Sumenep, rupanya membuat Ketua DPC Demokrat Sumenep Soengkono Sidik sakit hati.

Latarbelakang sakit hati Soengkono, karena keputusan DPP Demokrat memberikan rekom pada Fattah Jasin-Ali Fikri itu atas pertimbangan dari pejabat penting di internal Jatim yang terkenal dengan sebutan Jer Basuki Mawa Beya.

Baca Juga : Ketua DPD PAN Khusnul Aqib Duduki Wakil Ketua Dewan, Ini Pesan Bupati

"Saya gak tahu pejabat siapa, gak ngomong. Meskipun saya sebenarnya tahu itu," ungkap Soengkono, saat ditemui media di ruang kerjanya, Senin (21/7/2020).

Saat dirinya menanyakan alasan kenapa rekom tidak turun pada kader sendiri sebagaimana tertuang dalam Juknis partai, DPP beralasan untuk posisi kader sendiri akan dibicarakan di internal partai. Yang terpenting keputusan DPP sudah mutlak dan harus dipatuhi.

"Tapi bagaimana pun hasilnya, saya dengan kader yang ada di Sumenep harus tunduk dan patuh apapun putusan dari DPP Demokrat. Harus siap," tegasnya.

Tidak hanya itu, sambung dia, apabila keputusan DPP tersebut tidak dipatuhi oleh DPC maupun seluruh kader Demokrat yang ada di Kabupaten Sumenep, maka pihaknya akan mendapatkan sanksi dari DPP.

"Meskipun saya sempat sakit hati. Iya mudah-mudahan seluruh kader bisa menerima dan melaksanakan itu," harapnya dengan nada lirih.

Baca Juga : Bentuk Tim Pemenangam, SanDi Kejar 70 Persen Suara di Pilkada Kabupaten Malang

Pihaknya mengaku, hingga saat ini belum menerima salinan putusan rekom partainya itu. Sebab, sewaktu di Jakarta dirinya hanya ditunjukkan pakta integritas perihal konsensus yang akan ditandatangani oleh pasangan Fattah Jasin-Ali Fikri.

"Dalam pakta integritas itu, isinya poin pertama, kalau misal jadi Bupati maka Fattah Jasin harus membantu penuh kader Demokrat yang akan nyaleg 2024 nanti agar suara bertambah. Poin kedua, harus siap membantu keperluan kantor DPC," ungkapnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap, seluruh kader dan masyarakat yang menjadi simpatisan bisa menerima keputusan tersebut. "Mudah-mudahan ini bisa dipahami oleh seluruh kader, baik di PC maupun PAC," tutupnya.