Ilustasi
Ilustasi

Hingga akhir Juli sebanyak 279 nakes (tenaga kesehatan) yang bertaruh nyawa menangani Covid-19 dari 21 Puskesmas di Kabupaten Pamekasan belum terima insentif. Meski sudah diajukan untuk mendapatkan insentif pada bulan Maret yang lalu, namun hingga saat ini dana insentif tersebut belum juga cair.

“Pada bulan Maret terdapat 279 nakes diajukan mendapatkan insentif. Kemudian pada bulan April tercatat sebanyak 331 nakes dan pada bulan Mei sebanyak 85 nakes yang belum mendapatkan haknya,”kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Afira. Rabu, (29/07/2020).

Baca Juga : Usai Dibangunkan dari Tidur, Pedagang Pakan Ayam Mendadak Tewas

Menurutnya, dari jumlah nakes tersebut total insentif yang diajukan sebesar Rp 1,7 miliar. Sementara anggaran yang disiapkan pemerintah untuk nakes di Puskesmas sebesar Rp 5 miliar, namun belum bisa dicairkan. Hal itu lantaran proses verifikasi yang belum selesai.

“Selama ini Keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berubah-ubah. Bahkan sejak bulan Mei lalu sedikitnya telah tiga kali Kemenkes mengeluarkan edaran,” tambahnya.

Adapun besaran insentif yang didapat setiap nakes sebesar Rp 5 juta. Namun harus disesuaikan dengan masa tugas selama menangani pasien Covid-19 di Puskesmas dan jumlah pasien yang dirawat di Puskesmas tersebut. “Kami diminta meneliti kembali, dan bila sudah diyakini dapat diusulkan pembayarannya kepada BKD,” pungkasnya.