Tampak, delapan tersangka saat diamankan polisi beberapa waktu lalu di halaman mapolres Bangkalan (foto/istimewa)
Tampak, delapan tersangka saat diamankan polisi beberapa waktu lalu di halaman mapolres Bangkalan (foto/istimewa)

BANGKALANTIMES - Pelimpahan berkas kasus pemerkosaan secara bergilir di Kokop Bangkalan, Jumat, 26 Juni 2020 lalu, besok akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bangkalan, Chairul Arifin, dia mengatakan, pelimpahan berkas dari Polres sudah ia terima sejak pekan lalu.

Baca Juga : Video Reza Artamevia Asyik Joget sebelum Ditangkap, Warganet Tanya Kebenaran Kasus Narkoba

 

"Insya Allah, besok pelimpahan berkasnya akan kami limpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, karena sekarang berkasnya masih di pimpinan Kejari," ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (08/09/2020).

Dari delapan terdakwa itu, dua di antaranya kata dia masih di bawah umur dan kedua terdakwa itu sudah lebih dulu diproses dan sudah diputuskan di PN Bangkalan. "Karena statusnya di bawah umur jadi kami dahulukan mereka berdua," ungkapnya.

Tentunya pihaknya menyebutkan, putusannya nanti akan berbeda dengan terdakwa yang statusnya masih di bawah umur tersebut. "Karena yang jelas untuk yang dibawah umur ada batasan-batasannya," kata dia.

Namun untuk terdakwa yang berstatus dewasa, dia mengatakan, akan disesuaikan dengan ketentuan pasal 285 dan 365 ayat (2) juncto pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Tapi nanti akan kami pertimbangkan juga lewat pengakuan terdakwa saat di sidang, ketentuan itu bisa saja maksimal, bisa juga tidak," jelasnya.

Baca Juga : Empat Bulan Bebas, Residivis Pengedar Narkoba Ini Kembali Ditangkap Polisi

 

Karena, semisal terdakwa dalam sidang nanti tidak mengakui atau bahkan tidak menyesali perbuatanannya, maka ketentuan maksimal kata dia, akan diberikan terhadap pelaku pemerkosaan tersebut.

Tetapi pihaknya menyebutkan, akan memperhatikan hal-hal yang meringankan terdakwa, dilihat dari residivis tidaknya pelaku. "Contoh saja begini, pelaku itu menyesali perbuatannya, maka kami akan mempertimbangkan itu, bisa saja nanti ketentuan maksimal itu tidak terjadi," tutupnya.

Diketahui, kasus pemerkosaan bergilir itu melibatkan delapan pemuda yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka memperkosa Mawar (nama samaran) berumur 21 tahun di atas bukit secara bergantian. Dua tersangka lainnya diketahui berusia di bawah umur.

<