Tampak, sampah berserakan disepanjang jalan daerah Bancaran, Bangkalan (foto/redaksi bangkalantimes.com)
Tampak, sampah berserakan disepanjang jalan daerah Bancaran, Bangkalan (foto/redaksi bangkalantimes.com)

Rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di daerah Bancaran, Bangkalan, Madura, ditolak oleh warga. Padahal rencana itu sudah dianggarkan senilai Rp 600 juta.

Adanya TPS3R itu nantinya akan mengurangi, menggunakan dan akan mendaur ulang sampah. Bahkan, pendekatan pengelolaan 3R,  mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah dan pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.

Baca Juga : Dianggarkan Rp 6 Miliar, 331 Rumah Tidak Layak Huni di Blitar Akan Dapat Perbaikan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Anang Yulianto menjelaskan, sebelumnya ada salah satu warga yang mengajukan pembangunan TPS3R, supaya  tidak ada lagi sampah liar yang berserakan di pinggir jalan agar tidak menganggu akses lalulintas.

Anang sapaan lekatnya itu menyebutkan, dengan adanya pengajuan dari masyarakat, dia langa6ung menganggarkan dana untuk pembangun TPS3R. Akan tetapi kata dia, sebagian warga Bancaran malah ada yang menolak.

"Sebelumnya warga Bancaran mengajukan TPS3R di daerah Bancaran, tapi sebagian warga di sana malah menolak. Padahal pemerintah sudah menganggarkan Rp 600 juta untuk itu," jelasnya, Jumat (11/09/2020).

Tidak hanya itu, mantan Camat Arosbaya itu mengatakan, diharapkan dengan adanya TPS3R ini nanti, masyarakat tidak perlu jauh untuk sekedar membuang sampah, bahkan dia menyebutkan akan ada dampak positifnya bagi masyarakat.

Baca Juga : Dewan Usul Pemkot Buat Maket Miniatur Kota Malang

"Rencana kami mas, dengan adanya TPS3R ini bisa mempunyai dampak terhadap masyarakat yang nganggur. Artinya, bisa mendapatkan penghasilan dari pengolaan sampah tersebut," pungkasnya.