Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Penularan Covid-19 di Lumajang semakin tak terkendali. Sampai dengan Sabtu (12/9) kemarin, jumlah tenaga medis di Kabupaten Lumajang yang positiv Covid-19 sudah tercatat 44 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius kepada Jatimtimes menjelaskan, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, karena sampai dengan hari ini, masih ada sejumlah tenaga medis di Lumajang yang hasil swab-nya belum keluar.

Baca Juga : Masa Karantina Santri Ponpes Berakhir, Bupati Banyuwangi Apresiasi Relawan

"Sampai kemarin saja sudah tercatat 44 orang. Bisa jadi hari ini akan bertambah, karena masih banyak swab untuk tenaga medis yang belum keluar. Yang hari ini saya belum mendapatkan laporannya," kata dr. Bayu Wibowo Ignasius.

Akibatnya banyaknya tenaga medis yang positiv Covid-19, pelayanan di rumah mulai ada pembatasan. Di RS Pasirian dan Jatiroto sudah mulai dilakukan pembatasan layanan.

"Ini penyebarannya memang terus meluas. Korban meninggal dunia juga bertambah. Makanya saya tetap menghimbau kepada masyarakat Lumajang untuk tetap menggunaka protokol kesehatan, pakai masker dan cuci tangan. Ini yang bisa mencegah penularan Covid-19," kata dr. Bayu lagi.

dr. Bayu juga berharap agar masyarakat Lumajang meningkatkan kewaspadaan dari penularan Covid-19, karena jika jumlahnya terus bertambah, maka rumah sakit di Lumajang tidak akan mampu menampung pasien Covid.

Baca Juga : Salah Satu Paslon Positif Covid-19, KPU Trenggalek Tunda Tes Kesehatan

"Ini yang kita khawatirkan, karena jumlah ruangan di rumah sakit juga terbatas. Tenaga medis juga sudah banyak yang positiv, makanya tetap mematuhi protokol kesehatan," tegasnya kemudian.