Nakes dikira DBD ternyata Covid-19 (Foto: Screenshoot)
Nakes dikira DBD ternyata Covid-19 (Foto: Screenshoot)

Viral kisah seorang tenaga kesehatan (nakes) yang disebut terkena demam berdarah (DBD). Namun, ternyata ia justru terpapar virus Covid-19.  

Kisah tersebut dibagikan oleh akun TikTok milik Nofha atau @Nurfhazila pada Jumat (18/09/2020). Ia merupakan nakes yang bekerja di salah satu rumah sakit di Bengkulu.  

Baca Juga : Angka Swab 2.629, Kota Batu Jadi Zona Oranye

Dalam video itu, Nofha menceritakan saat dirinya terpapar virus Covid-19.  

"Jauh sebelum virus ini ditemukan, aku adalah salah satu orang yang selalu pakai masker. Hingga akhirnya virus ini ditemukan, aku semakin yakin pakai masker, bahkan tiap kerja, aku pakai APD yang lengkap dan kenyataannya, aku masih terpapar dengan virus ini," ujar @Nurfhazila.

Melihat video itu, warganet pun memberikan semangat kepada Nofha dan mendoakan agar cepat sembuh.  

@SOLMET: "Allah Swt mbk utk kita lebih mendekatkan diri pada sang pencipta segala yang ada di dunia ini".

@safeea: "Semangat mbk.. semoga kuat dan cepet sembuh ya.. amin".

Lebih lanjut saat dikonfirmasi Jumat (2/10/2020) Nofha lalu menceritakan pengalamannya jika sebelum diswab ia mengalami demam tinggi selama seminggu.  

Selain itu, ia kehilangan indera penciuman.  

Namun, ketika diperiksa ia malah dicurigai terkena DBD karena trombosit yang turun.  

"Indra penciumanku hilang, sampai buang air besar aja ga kecium baunya. Aku uda feeling sih, kayaknya COVID, tapi pas dicek, hasilnya malah DBD. Aku mikir antara demam COVID-19 sama DBD emang ga jauh beda gejalanya," ujar Nofha.

Baca Juga : Update Covid-19 Kabupaten Malang: Total Kasus 918, Pasien Positif Masih Dirawat 49 Orang

Nofha pun lalu mencoba berkonsultasi dengan dokter pribadi khusus nakes. Hingga akhirnya ia disarankan untuk melakukan rapid test.  

Namun, setelah melakukan rapid tes hasil menunjukkan non reaktif. Meski begitu, ia diputuskan untuk rawat inap di rumah sakit di ruangan biasa.  

Tiba-tiba, ia mendapat informasi jika terdapat beberapa teman nakes lainnya yang juga kehilangan indera penciuman. Oleh sebab itu, pada 10 September rumah sakit melakukan swab kepada seluruh nakes.  

Pada 13 September hasil keluar dan dinyatakan tujuh nakes positif Covid-19. Namun, di antara tujuh nakes itu, nama Nofha tidak tercantum.  

Atasannya pun mengatakan jika Nofha dinyatakan negatif. Kendati demikian Nofha merasa jika gejala yang ia rasakan adalah Covid-19. 

Ia pun berinisiatif langsung menghubungi orang laboraturium. Setelah dicek, hasil swab Nofha ternyata belum keluar.  

Hingga 15 September saat hasil keluar, benar saja Nofha dinyatakan positif Covid-19.  Akhirnya ia dikarantina di rumah sakit tempat ia bekerja.