Presiden Joko Widodo (Foto: Tribunnews)
Presiden Joko Widodo (Foto: Tribunnews)

Kasus positif covid-19 di Indonesia hingga kini masih terus meningkat.  Data per 3 Oktober 2020 menunjukkan kasus covid-19 mencapai 303 ribu.

Dari angkat tersebut, 228  ribu orang dinyatakan sembuh. Sedangkan 11.151 pasien dinyatakan meninggal dunia.  

Baca Juga : Gowes di Blitar, Gubernur Khofifah Kampanye 3M dan Bagi Sejumlah Bantuan

Di tengah angka kasus covid-19 yang terus meningkat, penerapan "lockdown" kembali menjadi perbincangan.  Namun, hal itu langsung dibantah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  

Jokowi menyatakan penerapan lockdown atau karantina wilayah justru tak efektif untuk menekan laju penyebaran covid-19.  Menurut dia, lockdown di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi justru bisa mengorbankan masyarakat.  

Hal itu disampaikan Jokowi dalam video yang diunggah di channel Sekretariat Presiden. "Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota, atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat," ucapnya dikutip Senin (5/10/2020).  

Jokowi menegaskan, upaya pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 ini adalah mencari titik keseimbangan kesehatan masyarakat dengan perekonomian.  Menurut dia, memprioritaskan kesehatan masyarakat tak berarti mengorbankan aspek ekonomi.  Apalagi jika hal itu berkaitan dengan masyarakat luas.  

"Jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas," kata Jokowi.  

Baca Juga : Viral Video Warga Swedia Beraktivitas Tanpa Masker di Keramaian Usai Angka Covid-19 Melandai

Di sisi lain, Jokowi mengatakan  Indonesia tergolong baik dalam menangani virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China, itu.  Jokowi menilai tak adil jika Indonesia dibandingkan dengan negara yang penduduknya lebih sedikit.  

"Saya bisa mengatakan penanganan covid di Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik. Maka saya hanya bicara fakta," ujarnya.