Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan kebaikan. Bukan hanya kepada sesama umat muslim, Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk senantiasa berbuat baik kepada orang-orang kafir.

Salah satunya ditunjukkan pada kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW saat berada di Madinah. Saat itu, Rasulullah SAW tidak hanya hidup bertetangga dengan kaum muslimin saja, melainkan dengan orang-orang kafir yang terlebih dulu menempati Madinah.

Baca Juga : Punya Tetangga Suka Mengganggu, Seperti Ini Respons Rasulullah Saat Halamannya Ditumpuki Sampah

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, saat di Madinah, Rasulullah SAW hidup berdampingan dengan empat golongan manusia. Rasulullah SAW pun bermuamalah dengan ke empat golongan tersebut.

Keempatnya adalah orang kafir dan tiga suku Yahudi yang sudah ada di Madinah sebelum Rasulullah SAW berhijrah. Rasulullah SAW pun mengajarkan umatnya untuk bermuamalah dengan baik kepada tetangganya yang non muslim. Terlebih, jika tetangga tersebut tak melakukan apapun yang menganggu.

Rasulullah SAW pun berkata, “Siapa yang menyakiti orang kafir di bawah naungan pemerintah Islam yang tidak berbuat masalah, maka dia akan menjadi musuhku di hari kiamat.”

Dari hadits tersebut, maka bisa dikatakan jika Rasulullah SAW sangat menegaskan agar umatnya tidak melakukan hal zalim kepada orang kafir. Terlebih kepada orang-orang kafir yang tidak merusak Islam.

Namun hal itu berbeda dengan orang kafir harbi yang sengaja berangkat ke medan perang untuk melawan Islam dan sudah bertemu pasukan Islam. Meski begitu, Rasulullah SAW pun menegaskan jika ada adab yang harus dipatuhi saat berperang dengan orang kafir.

Baca Juga : Hapal Perilaku dan "Kode" dari Aisyah, Ini Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda, “Jangan bunuh perempuan, jangan bunuh orang tua, jangan bunuh anak-anak, jangan rusak fasilitas umum, jangan membakar. Tidak ada mutilasi dalam Islam. Dan apabila dia menyerah, maka jadikan sebagai tawanan.”

Dari hadits tersebut, Rasulullah SAW pun mengajarkan untuk berbuat baik kepada setiap tawanan yang menyerah. Pada zaman itu, sangat banyak tawanan yang pada akhirnya masuk Islam lantaran akhlak yang dimiliki kaum muslimin. Seorang tawanan pun bercerita jika dia mendapat perlakuan baik dari para sahabat usai peperangan.

"Bagaimana umat Islam bermuamalat dengan orang kafir. Di mana selalu mengedepankan akhlak yang baik dan bukan malah memusuhi mereka. Sehingga mereka akan mendapatkan hidayah untuk bisa memeluk Islam," terang Ustadz Khalid Basalamah.