Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mewariskan lima hal untuk umat muslim. Salah satunya adalah untuk senantiasa bersyukur dan ridha atas segala sesuatu yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena pada dasarnya, menumbuhkan rasa cukup amatlah susah dikerjakan.

Potongan hadits yang berkaitan dengan rasa syukur itu berbunyi, “Ridalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.”

Baca Juga : Tamak yang Diperbolehkan Dalam Islam, Begini Anjuran Rasulullah SAW

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Allah SWT telah berfirman jika Allah SWT akan menjamin kekayaan seorang muslim. Kunci untuk menjadi kaya adalah senantiasa bersyukur dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya saat masih hidup.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak cucu Adam, luangkan waktumu untuk beribadah kepadaku. Yakin Allah SWT Tuhan dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Lalu jalankan semua perintah-perintah yang telah Dia perintahkan. Maka Allah SWT akan penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku akan hilangkan semua kemiskinanmu. Kalau kau tidak melakukan itu, kau tak beribadah kepadaku, mendapatkan hasil yang tak halal, dan tak meninggalkan hal yang haram serta dilarang, maka Aku akan membuatmu sibuk dengan sesuatu yang tidak perlu. Dan Aku tidak akan menghilangkan kefakiranmu.”

Firman Allah SWT itu dengan tegas menyebutkan jika seseorang yang senantiasa bersyukur akan dipenuhi dengan kekayaan dalam hatinya. Maka kekayaan yang sebenarnya adalah merasakan rida dan tak berhenti bersyukur atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW berkata, “Siapa yang menjadikan dunia sebagai target utamanya, tidak kenal halal dan haram, maka Allah SWT akan sibukkan dia dan pecah belahkan masalahnya, dan Allah SWT jadikan kemiskinan di depan matanya.”

Ustadz Khalid menerangkan, seseorang yang selalu merasa kurang tidak akan pernah merasakan kenikmatan sedikitpun dari Allah SWT. Walaupun dia berusaha bekerja keras, dia tidak akan sadar jika sesuatu yang datang kepadanya adalah sesuai dengan yang tertulis untuknya.

Baca Juga : Ini Golongan Orang Kafir yang Dibela Rasulullah SAW Saat Hari Kiamat

Namun sebaliknya, jika orang yang menjadikan akhirat sebagai targetnya dan dunia dilalui, maka Allah SWT akan mempersatukan semua perkaranya. Allah SWT menjadikan sifat kaya di dalam hatinya dan bukan di depan matanya. Orang tersebut akan selalu mengambil pelajaran dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Jadi seseorang yang menargetkan akhirat, maka Allah SWT akan senantiasa memudahkan urusannya di dunia. Namun apabila sebaliknya, segala urusan yang dilakukan di dunia akan sulit dan akan terbawa hingga akhirat kelak.