Covid-19 (Foto: AyoBogor.com)
Covid-19 (Foto: AyoBogor.com)

Wabah covid-19 saat ini telah melanda hampir negara di seluruh dunia.  Masing-masing negara kini tengah berupaya untuk melawan penyebaran virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China, itu.  

Covid-19 sendiri menyebabkan komplikasi yang beragam terjadi di tubuh seperti jantung, paru-paru hingga otak. Terlebih bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan.  

Baca Juga : Lagi, Kepanjen Dominasi Pertambahan Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang

Gejala covid-19 pun hampir mirip dengan flu biasa, seperti demam, batu dan pilek. Namun, ada gejala lain covid-19, yakni sesak napas atau hilang indera penciuman hingga hilang indera perasa.  

Kini rupanya ada satu kondisi baru yang bisa membuat pasiennya semakin berisiko terhadap covid-19.   Kondisi baru itu yakni ditemukannya zat seperti "jelly" di dalam paru-paru penderita covid-19.  

Dilansir melalui laman Express, zat tersebut akan membutuhkan ventilator mekanik.  Ilmuwan di Umea University, Swedia, mengatakan alat medis berfungsi untuk membantu pasien agar bisa bernapas dengan baik.  

Para dokter awalnya mengidentifikasi "jelly" itu sebagai bercak putih pada pasein kritis saat dilakukan pemindaian paru-paru.  Namun, mereka akhirnya mengetahui jika zat tersebut adalah zat yang dikenal dengan "hyaluronan".

Hyaluronan bisa ditemukan di dalam tubuh. Namun zat itu mengikat banyak air dan membentuk gel.  

Gel itulah yang mengganggu pasien covid-19 dan bisa mengurangi jumlah oksigen pasien sehingga mereka membutuhkan alat bantu pernapasan. "Saat melakukan pemindaian paru-paru pada pasien covid-19 yang sakit kritis, para ahli profesional medis bisa melihat adanya bercak putih," jelas para peneliti.  

Baca Juga : Masuk Zona Kuning, Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Turun ke Posisi 9 se-Jatim

Dikatakan juga oleh peneliti bahwa "jelly" pada paru-paru pasien covid-19 yang meninggal berwarna bening. "Selain itu, saat mengautopsi beberapa pasien covid-19 yang meninggal terlihat paru-parunya dipenuhi cairan 'jelly' bening, yang sangat mirip dengan paru-paru orang yang tenggelam," jelas mereka.  

Namun hingga kini masih belum diketahui dari mana "jelly" itu berasal.  Kendati demikian, sudah ada perawatan untuk bisa memperlambat produksi zat hyaluronan itu.