Calon Bupati Malang Sanusi dari paslon SanDi nomor urut 1 (kiri) saat berkunjung ke salah satu pengrajin gerabah di Kecamatan Pagelaran
Calon Bupati Malang Sanusi dari paslon SanDi nomor urut 1 (kiri) saat berkunjung ke salah satu pengrajin gerabah di Kecamatan Pagelaran

Pandemi Covid-19 sedikit berdampak buruk pada banyak sektor perekonomian di Kabupaten Malang. Tanpa terkecuali para pengrajin gerabah yang ada di Kecamatan Pagelaran pun mengeluhkan kondisi tersebut. Keluhan itu sebagaimana disampaikan para pengrajin kepada Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1, Sanusi - Didik Gatot Subroto (SanDi) saat kampanye di sentra gerabah yang ada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang,  Rabu, 21/10/2020.

Di hadapan Calon Bupati Malang, Sanusi, para pengrajin gerabah sambat jika proses distribusi gerabah mengalami kendala. Padahal saat pandemi Covid-19, para pengrajin masih terus memproduksi kerajinan gerabah yang selama ini memang menjadi lumbung pendapatan mereka.

Baca Juga : MUI Batal Bahas Masa Jabatan Presiden hingga Politik Dinasti di Munas, Mengapa? 

Paslon-SanDi-Rangkul-Pengrajin-Gerabah---jatimbec27a027a573133.png

Mendengar keluhan warganya, pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini mengaku telah memiliki beberapa program khusus yang bakal diterapkan bagi para pengrajin di Kabupaten Malang. Khususnya pengrajin gerabah yang ada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Salah satu program yang dicanangkan oleh Paslon SanDi tersebut, dijelaskan Sanusi adalah di sektor pemasaran berbasis teknologi. ”(Saat pandemi Covid-19, red) berpengaruh pada proses distribusi dan pemasaran para pengrajin gerabah, karena pandemi (Covid-19) distribusinya agak terhambat. Sehingga solusi yang kami siapkan bisa pakai proses distribusi pemasaran secara online,” ungkap Sanusi.

Solusi distribusi berbasis Online tersebut, dianggap Sanusi sangat tepat untuk diterapkan. Sebab, saat pandemi Covid-19 proses distribusi jual beli secara bertatap muka dapat diminimalisir dengan cara Online.

Alhasil, meski tidak bisa menawarkan secara langsung, namun para pengrajin gerabah tetap bisa memasarkan produk kerajinannya melalui skema teknologi. Yakni berbasis online.

”Menurut para pengrajin tadi, dari semua daerah di Indonesia sudah ada yang pesan di sini (pengrajin gerabah asal Kecamatan Pagelaran, red). Nanti tinggal pengembangan di bidang pemasarannya melalui itu (online),” timpal Abah Sanusi.

Disinggung soal mekanismenya, Sanusi mengaku jika distribusi online untuk pengrajin gerabah itu, tidak jauh beda dengan pendahulunya. Yakni pasar tradisional berbasis Online yang dapat diakses melalui Pasar.id , yang pada akhir bulan September 2020 lalu sudah di-Launching sebelum Sanusi mengambil cuti sebagai Bupati Malang.

Sekedar informasi, dalam program Pasar.id tersebut, nyaris semua pasar tradisional di Kabupaten Malang sudah bergabung. Dalam situsnya, para calon pembeli tinggal memilih pasar terdekat dari rumahnya.

Untuk memudahkan transaksi, para pembeli dapat berinteraksi langsung secara virtual. Sebab dalam situs tersebut juga terpampang nomor Handphone pedagang yang berjualan beraneka ragam kebutuhan masyarakat.

Sehingga, dengan begitu dapat memberikan pelayanan pesan antar, maupun pembayaran secara non tunai. Konsep semacam itulah yang juga bakal dikembangkan Paslon SanDi, guna mendongkrak distribusi pemasaran pengrajin gerabah yang terkendala karena adanya pandemi Covid-19.

Baca Juga : Bawaslu Nyatakan Satu ASN Kabupaten Malang Tak Netral, Hasil Pleno Akan Diserahkan KASN 

 

Bagaimana dengan pembiayaannya ?, Sanusi mengaku jika memang para pengrajin gerabah kesulitan menerapkan pemasaran berbasis Online. Maka dirinya tidak akan segan-segan untuk memberikan arahan, pelatihan, bahkan permodalan jika memang dibutuhkan.

”Sehingga para pengrajin tinggal pengembangan pemasaran, teknologi pembuatannya, dan pada akhirnya nanti pengembangan modal apabila dibutuhkan,” ungkap Sanusi.

Meski mengeluh mengalami kendala di sektor distribusi pemasaran, namun Sanusi merasa sangat terenyuh dengan kegigihan para pengrajin gerabah di Kecamatan Pagelaran, yang menurutnya tetap berkreasi meski digempur pandemi Covid-19.

Untuk itu, dirinya bakal terus mendukung para pengrajin gerabah hingga menjadi ciri khas daerah Kecamatan Pagelaran. ”Pengrajin itu merupakan kekhasan daerah masing-masing yang hanya bisa direalisasikan di daerah itu. Soalnya daerah lain belum tentu bisa, ini nanti akan terus kita kembangkan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam kesempatan kampanye hari ini (Rabu 21/10/2020) selain para pengrajin gerabah. Paslon SanDi juga berkunjung kepada kelompok bank sampah, penggiat kesenian, pencak silat, pedagang, peternak sapi, hingga meninjau potensi wisata di Sumber Maron.

Meski sempat diguyur hujan lebat, namun tidak menyurutkan paslon SanDi untuk menyapa sekaligus bercengkrama dengan warga Kecamatan Pagelaran. Hingga berita ini ditulis rombongan SanDi beserta tim terpantau bergeser ke Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran untuk melanjutkan silahturahmi kepada beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.