Pemuda difabel penjual kerupuk. (Foto: YouTube JatimTIMES Network)
Pemuda difabel penjual kerupuk. (Foto: YouTube JatimTIMES Network)

Program Ngedum Ojir JatimTIMES  kali mengangkat kisah pilu seorang pemuda difabel bernama Zaidan. Pemuda ini merupakan pejual kerupuk keliling yang tinggal di dekat Pasar Kota Batu, Jawa Timur.  

Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus yang ditemani Ketua PC GP Ansor Kota Batu Gus Zainal, General Manager JatimTIMES Heryanto, dan dua anggota Banser bertemu Zaidan di kawasan Jalan Patimura, Kota Batu.  

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Sederet Pilot Alih Profesi Jual Mi Ayam hingga Dim Sum Online

 

Gus Zainal menceritakan bahwa Zaidan bahkan berjualan dari Batu sampai ke Karangploso untuk berjualan kerupuk. Padahal, kakinya cacat.

Awalnya tim Ngedum Ojir JatimTIMES menunggu kedatangan pemuda difabel tersebut. Tak lama dari kejauhan, terlihat Zaidan berjalan dengan membawa dagangan kerupuknya.  

Zaidan tampak menggunakan kemeja dengan membawa empat kantong kerupuk dagangannya. Dia  mengaku berjualan sejak pukul 09.30 WIB. Kala itu,  Zaidan  berjalan munuju Jatim Park 3 di kawasan Junrejo.  

Zaidan mengatakan saat ini ia tinggal bersama sang ayah.  Sementara sang ibu sudah meninggal dunia.  Pemuda 24 tahun ini juga memiliki adik yang saat ini bekerja di Surabaya.  

Firdaus lantas menanyakan berapa harga jual kerupuk tersebut.  "Cuma 4 ribuan. Ini semua sama. Rengginangnya 5 ribu," jawab Zaidan.  

Meski dengan kondisi seperti itu, Zaidan ternyata memiliki pendidikan yang cukup.  Ia lulusan SMK Ma'arif Kota Batu.  

Berapa penghasilannya sehari? Zaidan mengaku sehari biasanya  mendapat uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.  Namun, pernah juga dia sama sekali tidak mendapatkan uang.

Zaidan berjualan kerupuk sampai pukul 16.00 WIB. Terkadang juga sampai malam dengan berjalan kaki.  

Dia mengatakan penghasilan dari menjual kerupuk digunakannya untuk kehidupan sehari-hari dan menabung.

Zaidan juga bercerita kalau kakinya mengalami kecelakaan saat kecil, sekitar usia 3,5 tahun. Almarhumah ibunya beberapa lama kemudian menceritakan penanganan Zaidan saat itu sudah telat sehingga kakinya tidak normal.  

Baca Juga : Tayangan "Ngedum Ojir" Jadi Inspirasi Satbrimob Polda Jatim Beri Bantuan untuk Mbok Ati

 

Dari kisah Zaidan ini, bisa dipetik pelajaran berharga bahwa meski kondisinya difabel, ia terus semangat mencari penghasilan.  Dia terus berjuang untuk mencapai cita-citanya, yakni ingin menjadi seorang pengusaha.  

Hingga akhirnya, momen Zaidan mendapatkan bantuan yang diberikan  Gus Zainal.  Ia bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan bantuan.  

"Semoga semua yang andil dalam perusahan ini semoga dmudahkan dan dilancarkan rezekinya," ucap Ziadan. "Saya tidak bisa membalas apa-apa kecuali doa," imbuhnya.  

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan. Serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.