Proses pembongkaran makam korban yang diduga dibunuh di wisata sungai Kedung Cinet Jombang. (Foto: Adi Rosul/JombangTIMES)
Proses pembongkaran makam korban yang diduga dibunuh di wisata sungai Kedung Cinet Jombang. (Foto: Adi Rosul/JombangTIMES)

Makam Muhammad Alfian Rizky Pratama (12), yang meninggal karena tenggelam di wisata sungai Kedung Cinet Jombang dibongkar. Makam bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini dibongkar karena ada dugaan yang mengarah ke pembunuhan.

Polisi membongkar makam Alfian yang berlokasi di Jalan Brigjen Kretarto, Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang. Pembongkaran makam dilakukan oleh pihak kepolisian dan disaksikan oleh pemerintah desa setempat beserta keluarga korban. Makam Alfian mulai dibongkar untuk kepentingan autopsi sekitar pukul 09.00 WIB pada Jumat (23/10).

Baca Juga : Polisi Tangkap Pencuri Benih Bawang Merah di Jombang

Kades Sambongdukuh Khoirur Rozikin mengatakan, pembongkaran makam Alfian tersebut atas permintaan keluarga korban yang curiga atas kematian korban. "Pembongkaran makam pagi ini atas permintaan keluarga korban yang sudah dibikinkan surat pernyataan oleh Polsek Plandaan," ujarnya kepada wartawan di lokasi.

 

Alfian tewas tenggelam di wisata sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang pada Rabu (21/10). Korban berangkat ke lokasi bersama dua orang temannya AHR (16) dan MA (17).

Peristiwa tewasnya Alfian tersebut kemudian diselidiki oleh pihak Polsek Plandaan. Hasil penyelidikan, ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke tindak pidana pembunuhan.

Untuk itu, pihak kepolisian saat ini sedang melakukan pembongkaran makam korban untuk dilakukan autopsi. "Saat ini masih dilakukan proses autopsi oleh pihak forensik," kata Kapolsek Plandaan AKP Akwan.

Akwan mengaku sudah memeriksa dua teman korban AHR dan MA. Dari keterangan kedua teman korban ini, korban meninggal karena unsur kesengajaan yang dilakukan oleh salah satu temannya.

Baca Juga : Jambret Spesialis Anak di Jombang Diringkus

"Kami melakukan penyelidikan. Kita lidik mulai dari awal sebelum, sesaat dan sesudah peristiwa korban meninggal. Setelah kita lidik, unsurnya kesengajaan korban dibawa ke Kedung Cinet. Di lokasi dilakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana pembunuhan," ungkapnya.

Saat ini, lanjut Akwan, polisi sudah menahan AHR di Polres Jombang, karena diduga sebagai pelaku pembunuhan Alfian.

"Hasil penyelidikan kita sudah menemukan satu pelaku. Karena pelaku di bawah umur, prosesnya kita limpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang," pungkasnya.(*)