Tampak, pemuda saat duduk di kursi tunggu di Kantor PMI Bangkalan (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)
Tampak, pemuda saat duduk di kursi tunggu di Kantor PMI Bangkalan (Foto: Redaksi BangkalanTIMES)

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan, saat ini sedang mengalami krisis. Hal itu disampaikan oleh Direktur PMI Bangkalan Fachrur Rosi, bahwa ketersediaan darah hanya 133 kantong darah.

Rosi menjelaskan, stok darah itu diantaranya, golongan darah A ada 68, darah B ada 44, darah Ab ada 6 sedangkan darah O ada 15 darah.

Baca Juga : PMI Jember Kehabisan APD dan Butuh Donatur, Sehari Antar 5 -6 Jenazah Covid-19

 

Adapun sebab dari krisisnya darah itu disebabkan oleh adanya virus korona. Sebab, sejak adanya pandemi, banyak Universitas yang libur atau sebagian ada yang kuliah secara daring. Sebelum adanya pandemi banyak mahasiswa dan masyarakat yang mendonorkan darah, terkadang mencapai 300 sampai 400 kantong dalam setiap harinya.

"Tapi Alhamdulillah-nya mas, selain stok darah berkurang, kebutuhan masyarakat juga berkurang mas," ujarnya, Rabu (25/11/2020).

Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, kebutuhan masyarakat setiap harinya mencapai 60 hingga 70 kantong setiap harinya. Sementara ini, upaya yang ia lakukan supaya stok darah tetap ada, pihaknya bersama staf yang lain selalu memberikan imbauan supaya masyarakat bisa mendonorkan darahnya.

Selain itu setiap bulan para staf yang ada di Kantor PMI wajib membawa masyarakat untuk mendonorkan darahnya, dari 5 sampai 7 orang.

Baca Juga : Bukan Masyarakat Umum, Ini Syarat Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Covid-19

 

"Karena target kami mulai dari darah A hingga O. Kami menargetkan mencapai 50 kantong perhari. Jika setiap kantong darah kurang dari target, maka dinyatakan sangat kritis," pungkas Rosi.