Cak Thoriq ketika presentasi perencanaan perhutanan sosial di Bandung (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Cak Thoriq ketika presentasi perencanaan perhutanan sosial di Bandung (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Potensi kehutanan Lumajang, khususnya yang terkait dengan tata kelola perhutanan sosial di kawasan Senduro Lumajang, dipaparkan oleh Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq kepada Deputi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Maritim Investasi Kementerian Lingkungan Hidup di The Papandayan Hotel Bandung, pada hari ini Jum'at (27/11).

Pada paparan ini, Bupati Lumajang Cak Thoriq menyampaikan gagasan Interkoneksi Potensi Perhutanan Sosial di Lumajang, yang diarahkan kepada optimaslisasi seluruh potensi kehutanan dan masyarakat sekitar hutan, sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat sekitar hutan, khuusnya di Kecamatan Senduro Lumajang.

Baca Juga : Bappelitbang Ngawi Gelar Bimtek Sistem Informasi Pemerintah Daerah

“Saya menyampaikan tema tata kelola perhutanan sosial ini ini sebagai upaya untuk menyambungkan ide dan gagasan program yang saat ini berjalan di Lumajang, dengan perencaan perluasan pemanfaatan hutan oleh masyarakat. Tentu dengan tata kelola yang terintegrasi, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, pendidikan, UMKM, kemitraan industri, pariwisata, energi, industri olahan, dalam satu kawasan yang berkolaborasi secara positif dan conektiv satu sama lain,” kata Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.

.Dihadapan Dr. Nani Hendarti M.Sc dan Dr. Ir. Apik KaryanaM.Sc dari Kementeri LH Cak Thoriq menjelaskan, untuk bidang pariwisata pengembangan kawasan sekitar hutan berbasis kepariwisataan, diharapkan akan jadi pengungkit perputaran ekonomi, karena dengan pariwisata harapannya adalah datangnya  wisatawan, baik lokal, regional, nasional maupun mancanegara. 

“Ini disatu sisi akan meningkatkan produksi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, disisi lain pada akhirnya akan berdampak kepada meningkatnya ekonomi dan daya beli masyarakat sekitar. Ini tujuan intinya,” ujarnya kemudian.

Dikembangkannya kawasan Senduro dan sekitarnya sebagai pilot project, karena Senduro sudah memiliki potensi yang sudah berjalan. Seperti Ranupani, Siti Sundari, dan kedepan ada Bumi Perkemahan Glagah Arum, serta kawasan lainnya di Senduro.  Maka yang harus dilakukan adalah melakukan ekplorasi potensi agar kawasan-kawasan ini bisa terus berkembang.

Baca Juga : Propemperda Kota Malang 2021 Disepakati, Dewan Minta Skala Prioritas

“Intinya ada pariwisata,ada pertanian, ada UKM, kedepan juga akan ada lembaga pendidikan tinggi, kemudian hasil pertanian. Kalau semuanya diarahkan untuk maju dalam satu sinergi yang bagus, saya yakin hasilnya akan baik. Ini yang saya sampaikan kepada pemerintah pusat,” tegasnya kemudian.