Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Menganyam Harapan dari Daun Kelapa Muda, Penjual Janur di Kota Malang Rasakan Berkah Jelang Hari Raya Ketupat

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Mar - 2026, 15:16

Placeholder
Penjual janur di Pasar Kebalen Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aroma tradisi mulai terasa di sudut-sudut Pasar Kebalen. Di antara hiruk pikuk pembeli, anyaman harapan tergambar dari janur-janur muda yang dijajakan Samsul. Menjelang Hari Raya Ketupat, lapak sederhana miliknya mendadak ramai diserbu warga yang bersiap menyambut hari penuh makna.

Dengan senyum sederhana, Samsul melayani satu per satu pembeli yang datang silih berganti. Ia merasakan betul bagaimana tradisi yang terus hidup ini membawa berkah tersendiri bagi dirinya. 

Baca Juga : Gus Fawait: Beasiswa 2026 Pemkab Jember segera Cair

Samsul mengaku janur membawa rejeki bagi keluarganya. Ia mengaku pembeli kerap datang untuk melanjutkan tradisi dari leluhur. “Banyak yang beli janur. Syukur bisa laku,” ujarnya lirih, menggambarkan ramainya permintaan.

Dalam sehari, janur yang ia siapkan tak pernah benar-benar lama tersisa. Ratusan ikat berpindah tangan, menjadi bagian dari persiapan masyarakat menyambut Lebaran Ketupat. “Kurang lebih 600 ikat bawanya,” katanya.

Harga yang ditawarkan pun tetap terjangkau, seolah mengikuti denyut kehidupan masyarakat yang sederhana. “Ada yang 20 25 ribu rupiah per ikat,” ucapnya.

Namun di balik ramainya pembeli, penghasilan yang didapat Samsul tetap bersahaja. Tak berlebihan, tapi cukup untuk menyambung hidup. “Sehari biasanya dapat 100 ribu rupiah,” tuturnya.

Keramaian ini, menurutnya, hanya singgah sementara. Seperti tradisi yang datang dan pergi, pembeli akan ramai hanya dalam hitungan hari. “Mulai kemarin rame pembeli, sampai minggu kemungkinan,” ungkapnya.

Baca Juga : Lebaran Ketupat Perlu Takbiran Seperti Idulfitri? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sementara itu penjual lain, Marsiah mengaku berjualan bersama teman-temannya di Pasar Kebalen. Di situ, ia menjual janur yang sudah berbentuk ketupat ataupun yang masih berbentuk janur.

“Setiap hari bisa laku sampai 200 ikat kecil dengan harga 20 ribu rupiah. Kalau yang harga 300 ribu rupiah bisa laku 17 ikat per hari. Kalau ketupat jadi, satu ikat harga 10 ribu rupiah isi 10 biji, tapi laku nya tidak tentu,” kata Marsiah.


Topik

Ekonomi Lebaran Ketupat ketupat; klongsong ketupat Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni