JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mulai berdinas dengan menggunakan bersepeda. Hal tersebut juga sesuai dengan yang ia sampaikan pada apel, Rabu (25/3/2026) lalu.
Jumat (27/3/2026), didampingi staf dan ajudannya Wahyu beranjak dari Rumah Dinas Jabatan Wali Kota Malang di Jalan Ijen menuju lokasi kegiatan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2.
Baca Juga : LPA Jatim Sebut Kampung Pancasila Kearifan Lokal untuk Perlindungan Anak Berbasis Kampung
"Pertama ya itu karena hari Jumat, pertama menjaga kesehatan. Yang kedua karena banyak ASN Pemerintah Kota Malang senang bersepeda," jelas Wahyu.
Wahyu mengatakan, terobosan untuk menggunakan sepeda bagi para ASN setiap hari Jumat juga menindaklanjuti arahan pemerintah pusat untuk mulai serius mengencangkan ikat pinggang anggaran pemerintahan.
Termasuk di dalamnya dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobil dinas (mobdin).
"Juga kaitannya juga dengan penghematan BBM," imbuhnya.
Catatan JatimTIMES, pemerintah pusat mulai mematangkan skema work from anywhere (WFA) selama satu hari dalam satu pekan masa berdinas.
Namun dalam hal ini, dirinya berupaya agar para ASN tetap bisa berdinas, meskipun menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantornya masing-masing. Yang juga bertepatan dengan hari Jumat.
"Nah, kita barengkan pada hari kerja jadi dalam satu minggu kita upayakan nanti semua ASN kita menggunakan bersepeda," tutur Wahyu.
Menurut Wahyu, penggunaan sepeda bagi ASN untuk berdinas pada Hari Jumat masih akan dievaluasi perkembangannya. Yang akan diserangkaikan dengan kegiatan lain.
Baca Juga : WFH Rabu Tuai Kritik, Yordan DPRD Jatim Sebut Ritme Kerja ASN Terputus
"Sementara kita hari Jumat dulu, karena kita ada senam kemudian ada kerja bakti juga, kita bersepeda akan lebih enak," jelas Wahyu.
Namun menurutnya, penggunaan sepeda masih belum menjadi hal yang wajib. Ia tidak memaksa bagi ASN yang tidak memiliki sepeda untuk memaksakan diri membeli sepeda demi menjalankan imbauan tersebut.
Ia menyarankan bahwa penggunaan moda transportasi umum juga dapat menjadi alternatif. Baik angkutan kota (angkot) atau mikrolet atau juga bus Transjatim.
"Yang tidak punya sepeda bisa menggunakan angkutan umum yang ada di Kota Malang karena apalagi kita sudah ada Jak Lingko kan, yang melalui balai kota. Jadi tidak ada alasan nanti tidak punya sepeda segala macam, angkutan umum juga ada," pungkas Wahyu.
