Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Kisah Sya’ban dan Tiga Penyesalan Menjelang Sakaratul Maut

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

16 - May - 2026, 11:03

Placeholder
Ilustrasi kisah sahabat Nabi, Sya’ban, yang menyesali belum maksimalnya amal ibadah dan sedekah saat menghadapi sakaratul maut. (ist)

JATIMTIMES - Kisah sahabat Nabi bernama Sya’ban menjadi pengingat tentang besarnya nilai amal kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Cerita tersebut disampaikan penyelenggara zakat dan wakaf Kantor Kemenag Bintan, Maida Lely Syam.

Nama Sya’ban memang tidak seterkenal para sahabat utama seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, maupun Ali bin Abi Thalib. Namun, ia dikenal memiliki kebiasaan yang sangat mulia. Setiap hendak melaksanakan salat fardu berjemaah, Sya’ban selalu datang lebih awal ke masjid dan beriktikaf di sudut ruangan agar tidak mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah.

Baca Juga : Rekomendasi Film untuk Long Weekend, dari Thriller Menegangkan hingga Horor Bikin Merinding

Kebiasaan itu membuat Rasulullah SAW menyadari ketika suatu hari Sya’ban tidak terlihat di tempat biasanya saat salat Subuh akan dimulai. Rasulullah sempat menunggu beberapa saat karena merasa heran sahabat yang dikenal rajin ke masjid itu belum juga datang. Namun, karena waktu terus berjalan, salat Subuh berjemaah akhirnya tetap dilaksanakan.

Usai salat, Rasulullah bertanya kepada para sahabat tentang keberadaan Sya’ban. Salah seorang sahabat mengetahui rumahnya dan kemudian mengantar Rasulullah bersama rombongan menuju kediaman Sya’ban yang jaraknya cukup jauh dari masjid.

Sesampainya di rumah, Rasulullah mengucapkan salam dan disambut oleh istri Sya’ban. Saat ditanya tentang keadaan suaminya, sang istri menjawab sambil menangis bahwa Sya’ban telah wafat tepat sebelum azan Subuh berkumandang.

Mendengar kabar tersebut, Rasulullah mengucapkan istirja’. Namun, istri Sya’ban kemudian menyampaikan sesuatu yang membuat Rasulullah memberi penjelasan mendalam. Sebelum meninggal, Sya’ban disebut berteriak tiga kali dengan kalimat berbeda.

“Aduh, mengapa tidak lebih jauh?”

“Aduh, mengapa tidak yang baru?”

“Aduh, mengapa tidak semuanya?”

Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa saat sakaratul maut, Allah SWT memperlihatkan kembali seluruh amal perbuatan Sya’ban beserta balasan yang diterimanya.

Teriakan pertama berkaitan dengan kebiasaan Sya’ban berjalan menuju masjid untuk salat berjemaah. Dalam penglihatannya, ia menyaksikan pahala besar dari setiap langkah kaki yang ditempuh menuju rumah Allah. Saat itu timbul penyesalan dalam dirinya. Ia berharap rumahnya berada lebih jauh dari masjid agar langkah yang ditempuh semakin banyak dan pahala yang diperoleh semakin besar.

Baca Juga : Kapan Batas Akhir Potong Kuku sebelum Iduladha 2026? Catat Tanggal dan Hukumnya bagi Pekurban

Penyesalan kedua muncul ketika Sya’ban teringat peristiwa saat musim dingin. Kala itu ia memakai dua lapis pakaian, baju baru di bagian dalam dan pakaian lama di luar agar pakaian bersihnya tetap layak dipakai salat. Di tengah perjalanan menuju masjid, ia menemukan seseorang yang menggigil kedinginan. Tanpa ragu, Sya’ban memberikan pakaian luarnya kepada orang tersebut dan membantunya menuju masjid.

Ketika diperlihatkan pahala dari amal itu, Sya’ban justru menyesal karena yang ia sedekahkan hanyalah pakaian lama. Ia membayangkan betapa besar balasan yang diterima jika saat itu ia memberikan pakaian terbaiknya.

Sementara teriakan ketiga terjadi saat Sya’ban melihat kembali peristiwa ketika dirinya hendak sarapan roti dan susu. Seorang pengemis datang mengaku belum makan selama tiga hari. Sya’ban lalu membagi makanan dan minumannya menjadi dua bagian untuk diberikan kepada pengemis tersebut.

Saat menyaksikan pahala atas sedekah itu, Sya’ban kembali merasa menyesal. Ia berharap kala itu memberikan seluruh makanan yang dimilikinya agar ganjaran yang diterima lebih besar lagi.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa amal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” Surat Az-Zalzalah ayat 7 tersebut mengingatkan bahwa tidak ada amal baik yang sia-sia di hadapan Allah.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Jangan meremehkan sedikit pun kebaikan.” Hadis riwayat Muslim itu menjadi pesan bahwa setiap langkah menuju masjid, sedekah kecil, hingga membantu sesama dapat menjadi bekal berharga di akhirat kelak.


Topik

Agama Kisah sahabat kajian Islam cerita Islami kisah sahabat Sya'ban



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy