Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Malang Jadi Pasar Strategis AstraPay, Kontribusinya Tembus 30 Persen di Jatim

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

06 - Jun - 2026, 19:16

Placeholder
CEO AstraPay, Rina Apriana, saat kegiatan gathering bersama media dan pelaku UMKM di De Goela Jawa Malang, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kota Malang semakin dilirik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Jawa Timur (Jatim). Tingginya adopsi transaksi non-tunai serta semakin banyaknya pelaku UMKM yang memanfaatkan layanan pembayaran digital membuat Malang menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar bagi perkembangan AstraPay.

Hal itu diungkapkan CEO AstraPay, Rina Apriana, saat gathering bersama media dan pelaku UMKM di De Goela Jawa Malang, Sabtu (6/6/2026). Rina mengatakan potensi ekonomi digital di Malang menjadi salah satu alasan AstraPay memilih kota tersebut sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tahun ini.

Baca Juga : Kritik Paradigma Reaktif, Diana Sasa DPRD Jatim: Ketahanan Ekologi Solusi Jangka Panjang Atasi Bencana

Secara nasional, AstraPay telah memiliki lebih dari 17,5 juta pengguna dengan total transaksi mencapai lebih dari 150 juta kali dan gross transaction value (GTV) sebesar Rp 155 triliun. Dari capaian tersebut, Jatim memberikan kontribusi yang cukup besar.

“Kalau secara persentase, mungkin sekitar 20 sampai 30 persen dari nasional. Kita tahu bahwa Malang ini merupakan kota yang tidak memiliki kendala dari sisi penggunaan digitalisasi. Dari sisi edukasi customer juga sudah cukup baik,” kata Rina.

Menurut dia, wilayah Malang menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi terbesar di Jatim. Selain jumlah UMKM yang cukup banyak, tingkat literasi masyarakat terhadap teknologi digital juga dinilai lebih maju dibanding sejumlah daerah lainnya.

“Malang termasuk yang terbesar. Alasannya ada dua. Yang pertama, jumlah UMKM-nya cukup besar. Kemudian saya melihat edukasi terhadap digitalisasi di Kota Malang ini cukup maju,” imbuh Rina.

Melihat potensi yang masih terbuka luas, AstraPay berupaya memperluas penetrasi pasar secara bertahap. Perusahaan memilih strategi pengembangan yang berfokus pada stabilitas layanan sebelum melakukan ekspansi lebih luas.

“Kami melihat potensi di Malang ini masih sangat besar. Makanya salah satu alasan UMKM gathering dan media gathering tahun ini dilakukan di Malang karena kami melihat market yang besar di daerah ini,” tambah Rina.

Untuk mendukung perluasan tersebut, AstraPay menggandeng berbagai mitra dan terus mendorong pemanfaatan QRIS serta perangkat pendukung transaksi digital bagi pelaku UMKM.

a

Di sisi lain, Bank Indonesia Malang menyambut positif langkah AstraPay yang dinilai mampu mempercepat transformasi digital di kalangan pelaku usaha. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Abidin Abdul Haris, menambahkan kolaborasi antara regulator dan industri menjadi kunci dalam memperluas ekosistem pembayaran digital.

Baca Juga : TBC Sidoarjo Tembus 5.800 Kasus, Adam Rusydi DPRD Jatim Desak Pelibatan RT/RW untuk Edukasi

“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah diinisiasi AstraPay di Malang. Ke depan, kolaborasi ini tentu harus terus terjaga agar pelaku UMKM memiliki akses layanan keuangan digital yang semakin baik,” terang Haris.

Tak hanya mendorong transaksi digital, Bank Indonesia juga terus melakukan pendampingan UMKM melalui program onboarding ke platform digital serta penguatan literasi keuangan masyarakat.

“Kami terus mendorong peningkatan edukasi digital agar masyarakat bisa menggunakan layanan digital dengan baik dan benar, sekaligus memiliki literasi digital yang kuat,” jelas Abidin.

Peningkatan penggunaan transaksi digital di Malang juga terlihat dari nilai transaksi QRIS yang terus tumbuh signifikan. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS di Kota Malang selama Januari hingga April 2026 mencapai sekitar Rp 7,8 triliun.

“Dibanding periode yang sama tahun lalu, nilai transaksi di Kota Malang naik sekitar 97 persen. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital semakin tinggi,” ucapnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa Malang tidak hanya berkembang sebagai kota pendidikan dan pariwisata, tetapi juga semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat ekonomi digital di Jawa Timur. Dengan tingginya literasi digital masyarakat dan besarnya jumlah UMKM, Kota Malang diproyeksikan akan menjadi salah satu motor pertumbuhan transaksi digital di masa mendatang.


Topik

Ekonomi Transaksi digital Malang AstraPay



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi