JATIMTIMES - Distribusi air bersih tanggap darurat bencana kekeringan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur masih terus direalisasikan. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sedikitnya sudah ada lebih dari 498 ribu liter air bersih yang telah didistribusikan kepada para warga terdampak kekeringan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, distribusi air bersih hingga 25 Agustus 2026 telah mencapai sebanyak 55 ribu liter. Pada saat itu, distribusi air bersih yang disalurkan menggunakan dua armada tersebut menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Kecamatan Sumberpucung.
Baca Juga : Pelajar Asal Kota Malang Tewas Tertabrak Kereta Api di Pakisaji
"Distribusi air bersih ke Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung sebanyak 35 ribu liter. Sementara untuk total distribusi air bersih di Kecamatan Sumawe mencapai 20 ribu liter," ujar Sadono.
Secara spesifik, distribusi air bersih di Kecamatan Sumawe yang berlangsung kemarin pada 25 Agustus 2026 tersebut menyasar dua desa. Rinciannya, distribusi air bersih di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumawe mencapai 15 ribu liter.
Sementara itu, untuk distribusi air bersih di Desa Sitiarjo yang disalurkan ke Puskesmas Sitiarjo mencapai lima ribu liter. Artinya, total distribusi air bersih yang disalurkan ke Kecamatan Sumawe tersebut mencapai 20 ribu liter.
"Total distribusi air bersih sejak 8 Agustus sampai dengan 25 Agustus (2026) ialah sebanyak 498.800 liter," ujar Sadono.
Sebagaimana diberitakan, dampak kekeringan di Kabupaten Malang terjadi pada sejumlah wilayah yang tersebar di empat kecamatan. Rinciannya meliputi Kecamatan Sumawe, Gedangan, Sumberpucung, dan Donomulyo.
Total distribusi air bersih di Kecamatan Sumawe yang menyasar tiga lokasi tersebut meliputi Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, dan Puskesmas Sitiarjo. Di Desa Sumberagung total distribusi air bersih telah mencapai sebanyak 125 ribu liter, sedangkan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.709 Kepala Keluarga (KK) dan 5.671 jiwa.
Baca Juga : Dedikasi PLN di Momen Hari Pelanggan Nasional, Sukseskan Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp
Selanjutnya, distribusi air bersih di Desa Kedungbanteng mencapai sebanyak 45 ribu liter dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 834 KK dan 2.403 jiwa. Sementara itu, untuk total distribusi air bersih di Puskesmas Sitiarjo sebanyak 35 ribu liter.
Bergeser ke Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, total distribusi air bersih sebanyak 120 ribu liter dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.162 KK dengan 6.580 jiwa. Sementara itu, untuk total distribusi air bersih di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung sebanyak 149.800 liter dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4.087 KK dengan 12.168 jiwa.
Terakhir, total distribusi air bersih di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo ialah sebanyak 24 ribu liter dengan total penerima manfaat mencapai 252 KK dengan jumlah 856 jiwa. "Jumlah penerima manfaat bantuan dampak kekeringan pada empat kecamatan tersebut kurang lebih sebanyak 9.044 KK dan 28.358 jiwa," pungkas Sadono.
Perlu diketahui, jumlah distribusi air bersih serta angka penerima manfaat dari dampak kekeringan tersebut masih bersifat sementara. Artinya, datanya bisa berubah sewaktu-waktu seiring perkembangan penanggulangan kekeringan yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait termasuk BPBD Kabupaten Malang.
