Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Selesaikan Pengisian Aplikasi Evaluasi KLA, Targetkan Raih KLA Utama

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Mar - 2026, 19:33

Placeholder
Kabupaten/Kota Layak Anak. (Foto: Kementerian PPPA RI)

JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang telah menyelesaikan pengisian aplikasi milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI untuk evaluasi status Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Atiyatul Husna menyampaikan, proses pengisian Aplikasi KLA milik Kementerian PPPA RI melalui laman https://evkla2026.kemenpppa.go.id/evaluasi/klaster telah selesai dilakukan pada Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah lalu. 

Baca Juga : BPJS Cabang Malang Diduga Peras Sejumlah Faskes, Minta Setoran Emas Batangan

Perempuan yang akrab disapa Iik itu menjelaskan, terdapat tujuh poin utama yang menjadi fokus penilaian evaluasi KLA 2026. Di antaranya kelembagaan; klaster satu: hak sipil dan kebebasan; klaster dua: lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; klaster tiga: kesehatan dasar dan kesejahteraan; klaster empat: pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; klaster lima: perlindungan khusus; serta penyelenggaraan KLA di kecamatan dan desa/kelurahan. 

Untuk pengisian pada Aplikasi KLA tersebut, pihaknya juga telah menggelar bimbingan teknis secara spesifik untuk masing-masing klaster dengan melibatkan para peserta dari gugus tugas KLA serta pemateri dari tim PPA Dinsos-P3AP2KB Kota Malang.

Pihaknya menuturkan, setelah proses bimbingan teknis secara spesifik untuk pengisian pada Aplikasi KLA sebagai tahapan evaluasi KLA 2026 selesai dilakukan, Kota Malang mendapatkan nilai bobot EM sebesar 763.41 dari total nilai maksimal 1000. Nilai bobot EM tersebut merupakan salah satu yang tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

"Aplikasi KLA telah kami tutup dan sekarang kita sedang melakukan evaluasi mandiri yang dipimpin oleh Tim PPA," ungkap Iik kepada JatimTIMES.com. 

Dalam proses pengisian setiap poin pada klaster penilaian evaluasi KLA 2026 melalui Aplikasi KLA, pihaknya menyebutkan terdapat beberapa kendala yang tidak terlalu berarti. Pasalnya, berkat sinergitas di antara gugus tugas KLA, kendala-kendala yang ada berhasil dihadapi dan diselesaikan.  

Baca Juga : Kemenag Kota Malang Tularkan Semangat ZI, Virus Positif Birokrasi Bersih Kian Meluas

"Alhamdulillah pasti ada kendala. Tetapi kendala itu kami kejar dan kami tidak boleh lengah. Salah satu yang kami kejar yakni klaster kelembagaan terdiri dari dinas besar. Kami akan genjot untuk koordinasi dan klaster perlindungan khusus menyangkut instansi di luar Pemkot Malang. Untuk komunikasi dan koordinasi sudah terjalin contohnya dengan lapas, bapas, BNN dan lain-lain," beber Iik. 

Lebih lanjut, setelah melalui proses pengisian poin-poin klaster penilaian evaluasi KLA 2026 pada Aplikasi KLA, ia mengaku tengah melakukan evaluasi mandiri. Disinggung target predikat KLA, Iik menargetkan Kota Malang dapat meraih KLA dengan predikat utama. Untuk pengumuman hasil akhir evaluasi KLA 2026 akan dilakukan dalam waktu dekat oleh Kementerian PPPA RI. 

"Prestasi KLA Nindya empat kali akan kami tinggalkan, Kota Malang menuju KLA kategori utama," pungkas Iik.


Topik

Pemerintahan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang kota layak anak Aplikasi Evaluasi KLA KLA Utama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Sri Kurnia Mahiruni