Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Heboh Hantavirus dari Kapal Pesiar, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya: Risiko Pandemi Disebut Kecil

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

09 - May - 2026, 13:49

Placeholder
Ilustrasi virus. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Media sosial tengah ramai membahas hantavirus setelah muncul kabar mengenai kasus di kapal pesiar MV Hondius dan isolasi terhadap dua warga Singapura. Informasi tersebut membuat sebagian masyarakat khawatir akan munculnya pandemi baru seperti COVID-19.

Namun sejumlah dokter dan edukator kesehatan menegaskan masyarakat diminta tetap tenang karena kondisi saat ini dinilai masih terkendali.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Pasutri Penjual Kerupuk Keliling Asal Besuki, Menabung 15 Tahun untuk Berhaji

Dokter dan edukator kesehatan Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta menjelaskan bahwa hantavirus sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama. Ia menegaskan jenis virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan varian Andes yang menjadi perhatian dunia.

“Calmdown! soal hanta virus, emang di Indonesia sudah ada kok, makanya dinkes sudah edukasi sejak 2025,” tulis dr. Tirta di akun X pribadinya @tirta_cipeng.

Ia juga menjelaskan bahwa varian Andes sempat menimbulkan kasus di Argentina pada 2025, tetapi berhasil ditangani dengan baik.

“Virus hanta yg di Indonesia ini berbeda dengan yg virus hanta varian andes,” lanjutnya.

Terkait kasus di kapal pesiar, dr. Tirta menyebut penularan virus tidak semudah COVID-19 karena membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.

“Proses penularannya ga semudah covid, harus interaksi dekat selama waktu 1-2 minggu,” ujarnya.

Ia menambahkan kapal pesiar yang membawa para penumpang terkait kasus tersebut sudah menjalani sterilisasi dan pengawasan ketat.

“Kapal pesiar yg membawa mereka pun sudah di canary island dan lagi disterilkan + dikontrol selama 2-4 minggu ke depan. Sejauh ini kemungkinan menjadi pandemi itu kecil,” tulisnya.

Senada dengan itu, dokter dan pegiat edukasi kesehatan Ayman Alatas menjelaskan bahwa hanya sedikit strain hantavirus yang dapat menular antar manusia.

“Hanya 1 dari ~30-40 strain yang bisa menular antar manusia yaitu Andes virus,” jelas Ayman.

Menurutnya, hingga kini belum ada laporan mutasi baru yang membuat virus lebih mudah menyebar.

“Belum dilaporkan adanya mutasi atau varian baru,” katanya.

Ia juga menyebut penularan hantavirus berbeda dengan COVID-19 atau flu karena belum ada bukti kuat penyebaran dari orang tanpa gejala.

“Sejauh ini belum terdokumentasi dengan baik transmisi presimptomatik, berbeda dengan COVID/flu yang menyebar saat orang masih sehat dan mobile,” ungkapnya.

Selain itu, masa penularan hantavirus disebut relatif sempit karena pasien biasanya cepat mengalami kondisi berat sehingga segera diisolasi.

Sementara itu, Adam Prabata turut meluruskan informasi mengenai dua warga Singapura yang disebut diisolasi akibat terinfeksi hantavirus.

“Izin meluruskan berita yang ‘kurang tepat’ ini ya. Jadi 2 warga Singapura yang diisolasi itu BUKAN karena terinfeksi Hantavirus,” tulis dr. Adam.

Ia menjelaskan keduanya hanya menjalani prosedur karantina karena sempat berada dalam satu perjalanan dengan kasus terkonfirmasi di kapal pesiar MV Hondius.

“Mereka adalah orang yang berada di kapal pesiar MV Hondius yang lagi jadi klaster wabah hantavirus Andes sejak berangkat dari Argentina awal April 2026,” jelasnya.

Menurut dr. Adam, jika hasil tes keduanya negatif, mereka tetap harus menjalani pemantauan karena masa inkubasi hantavirus cukup panjang.

“Jika hasil tes kedua warga Singapura itu negatif, mereka tetap akan menjalani karantina 30 hari dan pemantauan hingga 45 hari,” katanya.

Baca Juga : Camat Asembagus Situbondo Intensifkan Ground Check Data Warga Miskin, Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Virus ini dapat menyebar ke manusia melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terhirup bersama debu di lingkungan kotor.

Pada sebagian kasus, hantavirus dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal. Meski begitu, penularan antar manusia tergolong sangat jarang dan hanya ditemukan pada jenis tertentu seperti Andes virus.

Gejala Hantavirus

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa sehingga kerap sulit dikenali. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:

• Demam

• Sakit kepala

• Nyeri otot

• Tubuh lemas

• Mual dan muntah

• Batuk

• Sesak napas

Dalam kondisi berat, pasien bisa mengalami gangguan pernapasan serius akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Cara Mencegah Hantavirus

Untuk mengurangi risiko penularan hantavirus, masyarakat dianjurkan melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

• Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

• Menghindari area yang banyak tikus atau kotoran tikus

• Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang atau tempat berdebu

• Menutup makanan agar tidak dihinggapi tikus

• Membuang sampah secara rutin

• Menutup lubang atau celah yang menjadi akses masuk tikus ke rumah

Para dokter mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik berlebihan. Hingga saat ini, risiko hantavirus menjadi pandemi global masih dinilai kecil.


Topik

Kesehatan Hantavirus apa hantavirus Tirta Mandira hudhi dr tirta



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya