Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Pengobatan Seumur Hidup Jadi Tantangan, 111 ODHIV di Kota Malang Putus Terapi ARV

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

18 - May - 2026, 18:44

Placeholder
Ilustrasi.(Istimewa).

JATIMTIMES - Kewajiban menjalani terapi antiretroviral (ARV) seumur hidup masih menjadi tantangan besar bagi orang dengan HIV (ODHIV). Di Kota Malang, kondisi tersebut berdampak pada tingginya angka pasien yang putus pengobatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, sebanyak 111 ODHIV berhenti menjalani pengobatan dalam kurun 2025 hingga Mei 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar menjelaskan, sebagian pasien memilih berhenti karena merasa berat menjalani terapi seumur hidup. Selain itu, ada pula pasien yang masih menolak menerima diagnosis HIV/AIDS. “Mereka denial atau ragu-ragu, bahkan menolak. Akhirnya tidak menjalani pengobatan,” ujarnya.

Baca Juga : Kadin Surabaya Dilantik di Taman Surya, Pemkot Surabaya Ajak Berdayakan UMKM  

Sepanjang 2025, Dinkes Kota Malang menemukan 477 kasus ODHIV baru. Dari jumlah tersebut, 88 orang tercatat putus berobat. Sedangkan selama Januari hingga 12 Mei 2026, ditemukan 143 ODHIV baru dengan 13 pasien di antaranya berhenti menjalani terapi.

Menurut Meifta, pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan di Kota Malang tidak hanya berasal dari warga setempat. Sebab, fasilitas layanan kesehatan di Kota Malang juga menerima pasien dari berbagai daerah. “Kami melayani seluruh WNI yang menjalani layanan pengobatan di Kota Malang,” tegasnya.

Untuk menekan angka pasien putus ARV, Dinkes Kota Malang terus melakukan pelacakan terhadap ODHIV yang tidak lagi menjalani terapi. Pelacakan dilakukan bersama fasilitas kesehatan hingga komunitas pendamping. “Pelacakan kami lakukan bersama faskes hingga komunitas seperti Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Damar dan Mahameru,” jelas Meifta.

Setelah ditemukan, pasien akan didampingi agar kembali melanjutkan pengobatan. Selama terapi berlangsung, kondisi pasien dipantau secara berkala, termasuk pemeriksaan viral load atau jumlah virus HIV dalam tubuh.

Baca Juga : Tren Bawang Putih Ditempel ke Jerawat, Benarkah Ampuh atau Justru Berbahaya?

Selain itu, ODHIV juga mendapatkan akses pengobatan ARV yang tersedia di 16 puskesmas dan 28 rumah sakit di Kota Malang.


Topik

Kesehatan odhiv hiv aids dinkes kota malang meifta eti winidar hiv//aids



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya