Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pemkot Blitar Terima Sapi Bantuan Presiden, Wali Kota Mas Ibin: Bentuk Perhatian Negara untuk Masyarakat

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - May - 2026, 13:04

Placeholder
Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menerima secara simbolis bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di RPH Kota Blitar, Selasa (26/5/2026). Sapi kurban berbobot 1,1 ton tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui Masjid Baitul Anwar, Kecamatan Sukorejo.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES — Pemerintah Kota Blitar menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi kurban berbobot 1,1 ton itu diserahterimakan secara daring dalam agenda Zoom Meeting Serah Terima Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang digelar di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Blitar, Selasa (26/5/2026).

Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden menjadi bentuk perhatian negara kepada masyarakat Kota Blitar, khususnya dalam momentum Iduladha yang sarat nilai kepedulian dan kebersamaan sosial.

Baca Juga : Sat Samapta Polres Situbondo Berbagi Kebahagiaan di Hari Arafah Lewat Program Pasabber

“Alhamdulillah kami mendapatkan sapi kurban untuk masyarakat, untuk warga Kota Blitar, dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sapinya cukup besar, seberat 1,1 ton. Kurban ini tentunya menyenangkan bagi masyarakat dan akan didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Mas Ibin.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan kemasyarakatan yang diberikan kepada Kota Blitar. Menurut dia, bantuan tersebut bukan hanya simbol kurban, tetapi juga bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Blitar kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden. Semoga beliau sehat selalu dan diberikan kekuatan dalam memimpin bangsa dan negara,” ungkapnya.

Mas Ibin menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden memiliki bobot lebih dari satu ton dengan nilai pembelian sekitar Rp100 juta. Ukuran jumbo sapi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena tidak mudah mencari sapi dengan spesifikasi sesuai standar bantuan kepresidenan.

“Sapi ini dibeli dengan harga sekitar Rp100 juta. Bobotnya 1,1 ton, cukup besar sekali karena lebih dari satu ton,” jelasnya.

Sapi bantuan Presiden itu diketahui didatangkan dari IBS Farm, Kabupaten Kediri. Mas Ibin menyebut pemilihan sapi dilakukan berdasarkan kualitas kesehatan, bobot, dan standar yang telah ditentukan pihak kepresidenan.

“Karena mencari sapi dengan bobot yang luar biasa besar juga tidak gampang. Jadi ketika ada sapi yang memenuhi syarat dari sisi kesehatan, kualitas, dan bobot, itu yang dipilih. Memang Bapak Presiden kalau kurban selalu mencari sapi yang besar, di atas satu ton,” terang Mas Ibin.

Ia menambahkan, sapi kurban tersebut dijadwalkan dipotong saat Iduladha dan selanjutnya daging kurban akan disalurkan kepada masyarakat melalui Masjid Baitul Anwar di Kelurahan Sukorejo.

“Nanti diserahkan ke Masjid Baitul Anwar di Sukorejo. Selanjutnya yang akan membagikan daging kurban kepada masyarakat adalah takmir masjid,” imbuhnya.

Ibin

Sapi “Bimo” Dipelihara Enam Tahun

Sementara itu, Heru Surawan dari IBS Farm Kediri mengatakan sapi bantuan Presiden untuk Kota Blitar diberi nama “Bimo”. Nama tersebut dipilih karena postur tubuh sapi yang besar dan kekar.

“Sapinya kami beri nama Bimo karena memang posturnya besar dan badannya kekar. Ini kami pelihara selama enam tahun di tempat kami. Ini peranakan sendiri, jenis limusin,” kata Heru.

Menurut Heru, IBS Farm memang memiliki pengalaman khusus dalam merawat sapi berukuran jumbo. Saat ini, pihaknya memiliki sekitar 50 ekor sapi dengan bobot di atas satu ton yang dirawat menggunakan perlakuan khusus.

“Untuk perawatan kami sudah biasa karena memang ada sekitar 50 ekor sapi satu ton up. Jadi kami punya treatment khusus untuk sapi-sapi jumbo. Selain pakan, kami juga sangat mengutamakan kesehatan dan nutrisi,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur karena IBS Farm kembali dipercaya menjadi penyedia sapi bantuan kepresidenan untuk kedua kalinya. Tahun sebelumnya, sapi dari IBS Farm juga dipilih untuk bantuan kurban Presiden, meski saat itu menggunakan jenis sapi lokal.

“Alhamdulillah ini kali kedua kami dipilih oleh kepresidenan. Tahun kemarin juga dipilih, tapi sapi lokal. Kalau sekarang jenis limusin,” ujarnya.

Menurut Heru, sejumlah pejabat dan tokoh nasional juga pernah mengambil sapi kurban dari IBS Farm. Hal itu menjadi indikator bahwa peternakan tersebut telah dipercaya sebagai penyedia sapi berkualitas premium.

Baca Juga : Festival Film Pendek 2026, Wali Kota Blitar Dorong Generasi Muda Bangun Kota Masa Depan Lewat Karya Kreatif

“Kalau pejabat-pejabat ada Pak Pramono Anung, Kapolda Jawa Timur, kemudian Gus Miftah juga ambil di tempat kami sekitar 10 ekor ukuran satu ton up,” katanya.

Heru menambahkan, IBS Farm kini menjadi salah satu rujukan penyedia sapi jumbo di Jawa Timur karena konsisten menjaga kualitas ternak.

“Alhamdulillah kami sudah menjadi rujukan. Kami memang menyediakan sapi satu ton up yang berukuran jumbo, jadi banyak pejabat menjadikan kami sebagai rujukan,” tambahnya.

Sapi

DKPP Pastikan Sesuai Standar dan Sehat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar drh Dewi Masitoh memastikan sapi bantuan Presiden yang didatangkan dari IBS Farm telah memenuhi standar kesehatan dan spesifikasi yang ditetapkan.

“Sapi bantuan Presiden itu diambil dari Kediri, dari IBS Farm. Karena secara spesifikasi harus sesuai aturan yang ditetapkan. Dan memang banyak daerah juga mengambil dari sana,” ujar Dewi.

Selain memastikan kualitas sapi bantuan Presiden, DKPP Kota Blitar juga menyiapkan pelayanan pemotongan hewan kurban di RPH Dimoro menjelang Iduladha 2026.

Dewi mengatakan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 110 ekor hewan kurban yang terdaftar untuk proses pemotongan di RPH Kota Blitar. Adapun kapasitas pemotongan mencapai sekitar 40 ekor per hari.

“Di RPH Dimoro yang sudah terdaftar ada sekitar 110 ekor. Per hari kapasitas kami sekitar 40 ekor. Jadi hari pertama dan hari kedua sudah close karena penuh,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat, DKPP Kota Blitar juga menyiapkan empat tim dari paguyuban jagal yang akan membantu proses pemotongan selama empat hari pelaksanaan kurban.

“Untuk hari ketiga dan keempat kami siapkan sekitar empat tim dari paguyuban jagal yang akan membantu masyarakat untuk kurban,” katanya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Blitar juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan membebaskan retribusi pemotongan hewan kurban di RPH yang sebelumnya dikenakan sebesar Rp60 ribu per ekor.

“Retribusinya yang Rp60 ribu itu kita bebaskan,” tegas Dewi.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang aman, sehat, dan tertib. Selain memastikan kesehatan hewan kurban, Pemkot Blitar juga ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan optimal selama momentum Iduladha berlangsung.

Melalui bantuan sapi kurban Presiden dan kesiapan pelayanan di RPH Kota Blitar, pemerintah berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin menguat. Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah keagamaan, tetapi juga penguatan solidaritas sosial dan perhatian negara terhadap masyarakat.


Topik

Peristiwa Pemkot Blitar Mas Ibin wali kota blitar hewan kurban Idul Adha sapi presiden Presiden Prabowo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni