JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 dengan mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".
Kegiatan puncak peringatan HAN ke-42 Kota Malang tersebut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang Achmad Shampton, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap anak dan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Baca Juga : Download Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026, Ini Inspirasi Spanduk dan Banner Resmi
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, peringatan HAN bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya memperkuat kerja sama semua pihak dalam memenuhi hak anak sekaligus memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai bentuk ancaman.
Donny menyebut, kasih sayang kepada anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Anak perlu mendapatkan haknya serta perlindungan dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, perundungan, perkawinan anak hingga berbagai ancaman yang muncul di ruang digital.
"Anak juga tidak hanya dipandang sebagai penerus masa depan. Mereka merupakan bagian penting dari kehidupan dan pembangunan saat ini. Karena itu, suara anak harus didengar, pendapat mereka dihargai dan anak diberikan ruang yang aman untuk belajar, bermain, berkreasi, berpartisipasi serta mengembangkan potensi dan cita-citanya," ungkap Donny dalam sambutannya, Sabtu (25/7/2026).

Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas (sekarang Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan) Sekretariat Daerah Kota Malang ini menilai, upaya perlindungan anak tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi profesi, lembaga masyarakat, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan.
"Keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan dan pendidikan karakter. Sementara sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman, menyenangkan, inklusif dan bebas dari kekerasan," tegas Donny.
Mantan Camat Kedungkandang ini mengatakan, masyarakat juga diajak untuk berani peduli, mencegah dan melaporkan apabila menemukan anak yang mengalami kekerasan atau membutuhkan perlindungan, baik secara fisik maupun psikis.
Baca Juga : Hari Anak, KKN FISIP UB Kenalkan Daur Ulang dan Literasi Digital ke Siswa SD di Malang
Lebih lanjut, melalui peringatan HAN ke-42 tahun 2026 ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang berkomitmen mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen untuk menyayangi anak dengan memberikan perhatian, pengasuhan positif dan keteladanan.
Ia menambahkan, tema HAN ke-42 tahun 2026 yakni "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" diharapkan tidak berhenti menjadi slogan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata agar setiap anak di Kota Malang dapat tumbuh, berkembang, berdaya dan bahagia terbebas dari bentuk ancaman apapun.
Sebagai informasi, dalam puncak peringatan HAN ke-42 tahun 2026, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga menggelar beberapa perlombaan. Mulai dari lomba mewarna, lomba menyanyi, lomba bermain dakon hingga lomba bola bekel. Beragam kegiatan tersebut merupakan salah satu bukti pemenuhan hak anak.
Selain itu, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga memberikan beberapa piagam penghargaan kepada setiap instansi maupun organisasi kemasyarakatan maupun organisasi profesi yang telah terbukti peduli dalam memberikan fasilitasi perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
