Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Soal Sebutan Londo Ireng, IJTI Pantura Raya Minta Prabowo Beri Klarifikasi

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Nurlayla Ratri

26 - Jul - 2026, 10:40

Placeholder
Mohammad Mahrus, Ketua IJTI Pantura Raya

JATIMTIMES - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang  menyinggung wartawan/ jurnalis, pengamat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan istilah “Londo Ireng” menuai sorotan dari insan pers di Lamongan.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pantura Raya, Mohammad Mahrus, menyayangkan penggunaan istilah tersebut, terlebih dikatakan oleh seorang Presiden. Menurutnya, pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki fungsi kontrol sosial dan menjalankan tugas berdasarkan Undang-Undang Pers.

Baca Juga : Putung Rokok Picu Kebakaran Tempat Usaha, Kerugian Rp 50 Juta

"Kalau Presiden merasa keberatan terhadap suatu karya jurnalistik, maka mekanisme yang tepat adalah menyampaikan pengaduan melalui Dewan Pers. Karena itu akan menjadi tauladan yang baik dalam menjaga ekosistem pers yang sehat dan berkualitas," kata Mahrus, Minggu (26/7/2026).

"Kami berharap Presiden dapat memberikan klarifikasi atau meralat ucapannya. Supaya tidak menimbulkan kesan bahwa seluruh jurnalis disamakan dengan istilah yang memiliki konotasi negatif. Karena insan pers dan pemerintah sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi yang objektif, akurat, dan berkualitas demi memperkuat demokrasi,” tuturnya.

Lebih jauh, Mahrus meluruskan makna historis istilah "Londo Ireng", yang menurutnya sebutan itu pada masa kolonial Belanda merujuk kepada penduduk pribumi yang menjadi anggota Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.

"Sejarah mencatat bahwa Londo Ireng adalah julukan bagi pasukan KNIL yang berasal dari penduduk pribumi dengan warna kulit gelap, sehingga dibedakan dari tentara Belanda. KNIL dibentuk pemerintah kolonial Belanda dengan merekrut penduduk lokal serta prajurit dari wilayah lain, termasuk Afrika dan Indo-Belanda. Karena aturan saat itu tidak memperbolehkan wajib militer Belanda ditempatkan di wilayah jajahan,” paparnya.

Dijelaskan pula sejumlah tokoh militer Indonesia pernah mengawali karier di KNIL, diantaranya Oerip Soemohardjo, Abdul Haris Nasution, Gatot Soebroto, dan Soeharto. Sementara dari Pembela Tanah Air  yang dibentuk Jepang lahir tokoh-tokoh seperti Jenderal Soedirman, Ahmad Yani, Supriyadi, dan Basuki Rahmat, hingga setelah Proklamasi 1945, dalam proses penentuan Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Soedirman akhirnya terpilih melalui pemungutan suara mengungguli Oerip Soemohardjo.

Baca Juga : Dipicu Bakar Sampah, Pabrik hingga Lahan Ribuan Meter di Malang Terdampak Kebakaran

“Pemahaman terhadap konteks sejarah ini penting, agar istilah yang memiliki beban historis tidak digunakan secara sembarangan, terlebih ketika ditujukan kepada profesi yang memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi,” tandasnya.

Dalam pidato sebelumnya, pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis kemarin, Prabowo menyatakan bahwa sosok yang pada masa kolonial disebut sebagai Londo Ireng masih ada hingga kini. "Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan Wartawan, jurnalis apa itu, yang gaji lo siapa, yang bayar listrik mu siapa, yang bayar handphonemu siapa?" ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa sejak era penjajahan telah ada warga Indonesia yang dinilainya tidak patriotik dan lebih memilih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain. Selain itu, ia menyindir adanya media yang dinilai tidak memberitakan berbagai capaian pemerintah, termasuk renovasi gedung sekolah, meski tidak menyebut nama media tertentu.


Topik

Peristiwa ijti pantura raya londo ireng prabowo klarifikasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa