Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Update Korban Gempa NTT: 111 Orang Meninggal, 176.621 Jiwa Mengungsi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

27 - Aug - 2026, 17:44

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (27/8/2026), sebanyak 111 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat tambahan enam korban meninggal dunia dalam pembaruan data terbaru.

Baca Juga : Desta Pamit, Begini Awal Mula Vindes Corp yang Dibangun Bareng Vincent

"Saat ini ketambahan 6 korban meninggal. Jadi, jumlah total itu 111 jiwa dan ini pun dapat kami sampaikan adalah korban meninggal tidak langsung," ujar Berton, Kamis (27/8).

Dari enam korban tambahan tersebut, empat orang berasal dari Kabupaten Manggarai. Sementara dua korban lainnya tercatat berasal dari Kabupaten Manggarai Timur.

BNPB juga mencatat adanya karakteristik korban berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Dari keseluruhan korban meninggal dunia, sebanyak 56,4 persen merupakan perempuan.

Sementara berdasarkan kelompok umur, sekitar 45 persen korban meninggal dunia merupakan kelompok lanjut usia (lansia).

Data tersebut menjadi perhatian karena dampak gempa tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi juga memengaruhi kelompok masyarakat yang rentan terhadap kondisi pascabencana.

Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi akibat gempa NTT juga masih sangat besar. BNPB mencatat sebanyak 176.621 jiwa masih berada di lokasi pengungsian hingga Kamis (27/8/2026).

Jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya. Pada Rabu (26/8), jumlah pengungsi tercatat mencapai 179.037 jiwa.

Berton menyebut penurunan jumlah pengungsi paling signifikan terjadi di Kabupaten Sikka.

"Terutama penurunan yang signifikan berasal dari Kabupaten Sikka," jelasnya.

Baca Juga : Jamasan Gong Kyai Pradah di Blitar: Merawat Warisan Leluhur, Menggerakkan Ekonomi Warga

Meski jumlah pengungsi mulai berkurang, ratusan ribu warga masih membutuhkan dukungan selama masa pemulihan pascagempa.

Ancaman gempa susulan juga masih menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8.193 gempa susulan telah terjadi hingga 27 Agustus 2026.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 146 gempa dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Menurut BNPB, gempa utama yang berkekuatan magnitudo 7,7 tergolong besar. Karena itu, aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan keterangan BMKG yang disampaikan BNPB, gempa susulan diperkirakan masih dapat terjadi hingga memasuki minggu ketiga dan minggu keempat sejak gempa utama mengguncang wilayah NTT.

Masyarakat di wilayah terdampak pun diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan.

Dengan bertambahnya korban meninggal menjadi 111 orang dan lebih dari 176 ribu warga masih mengungsi, penanganan dampak gempa Flores, NTT, hingga kini masih terus dilakukan oleh pemerintah dan tim terkait.


Topik

Peristiwa Gempa gempa NTT korban gempa NTT



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa