Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Surat Al-Waqiah Disebut Punya Keutamaan bagi Muslimah, dari Memohon Rezeki hingga Perlindungan dari Kesulitan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

30 - Aug - 2026, 12:00

Placeholder
Ilustrasi muslimah yang tengah membaca kitab suci (ist)

JATIMTIMES - Surat Al-Waqiah menjadi salah satu bacaan Al-Qur'an yang kerap diamalkan muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bentuk ibadah dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, sejumlah literatur keislaman mengaitkan pembacaan surat ini dengan permohonan kelapangan rezeki, kecukupan hidup, serta perlindungan dari kefakiran.

Keutamaan tersebut salah satunya dikaitkan dengan riwayat yang memuat kisah sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Mas'ud. Ketika Abdullah mengalami sakit keras, Utsman bin Affan datang menjenguk dan menanyakan kondisi yang dialaminya.

Baca Juga : Jelang Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Malang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Berbagi Kebahagiaan pada Masyarakat Kurang Mampu

Dalam percakapan itu, Abdullah menyebut dosa sebagai sesuatu yang dikhawatirkannya dan berharap mendapatkan rahmat Allah SWT. Utsman kemudian menawarkan bantuan, termasuk mendatangkan dokter dan memberikan harta untuk keluarganya.

Abdullah menolak tawaran tersebut. Ketika Utsman mengkhawatirkan kehidupan anak-anak perempuan Abdullah setelah dirinya meninggal, ia justru menyampaikan bahwa dirinya tidak mencemaskan mereka mengalami kefakiran.

Abdullah bin Mas'ud disebut telah memerintahkan anak-anak perempuannya untuk membaca Surat Al-Waqiah setiap malam. Dalam riwayat tersebut, ia juga menuturkan sabda yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW:

"Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, maka ia tidak akan mengalami kesulitan selamanya."

Riwayat ini menjadi salah satu landasan yang sering dikaitkan dengan amalan Surat Al-Waqiah bagi muslimah. Pesan tersebut memberikan gambaran bahwa pembacaan Al-Waqiah dapat dijadikan bagian dari kebiasaan ibadah perempuan muslim, khususnya dalam memohon kecukupan dan perlindungan dari kesulitan hidup.

Dalam buku Multi Perspektif Surat Al-Waqiah, Zakia Machdi juga menyebut membaca Surat Al-Waqiah sebagai amalan yang memiliki keutamaan bagi perempuan. Pembacaannya dikaitkan dengan perlindungan dari berbagai kemudharatan di dunia sekaligus ikhtiar agar terhindar dari kemiskinan.

Riwayat lain yang membahas perempuan disebut dikutip Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durrul Mantsur melalui riwayat dari Anas bin Malik. Salah satu redaksinya berbunyi:

"Ajarkanlah Surat Al-Waqi'ah kepada perempuan-perempuan kalian. Sesungguhnya Surat Al-Waqi'ah adalah surat yang membuat kaya."

Baca Juga : Tata Cara Salat Istisqa untuk Memohon Hujan Saat Kemarau

Riwayat tersebut memperlihatkan adanya perhatian khusus terhadap perempuan dalam tradisi pengamalan Surat Al-Waqiah. Muslimah dapat menjadikannya sebagai bacaan rutin, baik secara pribadi maupun dengan mengajarkannya kepada anak-anak sebagai bagian dari pembiasaan membaca Al-Qur'an.

Surat Al-Waqiah sendiri merupakan surat ke-56 dalam Al-Qur'an. Surat yang berada di juz ke-27 ini memiliki 96 ayat dan termasuk golongan Makkiyah. Namanya diambil dari kata Al-Waqi'ah pada ayat pertama yang berarti Hari Kiamat.

Bagi muslimah, pembacaan surat ini juga dapat ditempatkan sebagai bagian dari wirid harian. Sejumlah masyarakat mengamalkannya pada malam hari dengan harapan memperoleh kemudahan rezeki dan dijauhkan dari kesulitan.

Ada pula praktik yang berkembang di masyarakat berupa pembacaan Surat Al-Waqiah selama 40 hari dan 40 malam. Amalan tersebut diyakini sebagai ikhtiar untuk memohon kelancaran rezeki dari Allah SWT.

Namun, riwayat mengenai keutamaan Surat Al-Waqiah tersebut memiliki catatan dari sisi kualitas hadis. Riwayat yang menyebut bahwa seseorang yang membaca Al-Waqiah setiap malam tidak akan mengalami kefakiran dinilai dhaif. Meski demikian, sebagian ulama membolehkan penggunaan hadis dhaif dalam perkara fadhailul a'mal atau keutamaan amal, dengan sejumlah ketentuan, termasuk kelemahannya tidak terlalu parah.

Keutamaan yang diharapkan muslimah melalui amalan tersebut juga tidak semata-mata berupa bertambahnya harta. Kelapangan rezeki dapat dipahami lebih luas, termasuk kesehatan, ketenteraman rumah tangga, kecukupan kebutuhan keluarga, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.


Topik

Agama doa perlindungan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pamekasan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri