JATIMTIMES – Jalur lingkar wisata Telaga Sarangan, Plaosan, Magetan, kembali lumpuh akibat bencana alam. Tebing di sisi barat telaga, tepatnya di titik petak 77 H 1, dilaporkan mengalami longsor pada Kamis (15/1) pagi. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur lereng Gunung Lawu sepanjang malam.
Peristiwa ini mengakibatkan material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan, sehingga akses jalan mengelilingi Telaga Sarangan terputus sementara, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.
Baca Juga : Arus Malang-Kediri Kembali Tersendat Longsor dari Tebing Setinggi 30 Meter
Kepala Resort Pemangku Hutan Supriyanto menjelaskan bahwa titik longsor kali ini berada di area yang cukup rawan, yakni di petak 77 H 1. Material tanah meluncur dari tebing yang memiliki kemiringan terjal dan langsung menutup urat nadi transportasi wisata di sana.
"Kejadian diperkirakan terjadi pada dini hari. Longsor berasal dari tebing dengan ketinggian sekitar 5 meter di petak 77 H 1. Materialnya cukup tebal dan menutup total akses jalan lingkar sisi barat," ungkap Supriyanto saat meninjau lokasi longsor.
Mengingat pentingnya akses jalan tersebut bagi mobilitas warga dan wisatawan, dia menekankan bahwa pembersihan material harus selesai dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan adanya agenda besar tahunan yang sudah di depan mata.
"Kami bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait. Pembukaan jalan harus segera dilakukan karena Minggu besok ada acara larung sesaji di Telaga Sarangan. Acara ini akan dihadiri banyak orang. Jadi, kami ingin memastikan pengunjung tidak terganggu oleh jalan yang terputus," ungkap Supriyanto.
Baca Juga : Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan
Pihak pemerintah desa dan BPBD Magetan terus bersiaga mengingat cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah lereng Lawu. Targetnya, sore ini , jalur lingkar barat Telaga Sarangan sudah bersih dari sisa material tanah sehingga tidak mengganggu kekhidmatan acara tradisi tahunan tersebut.
